"Dosa-dosa" pelapak online

18 Februari 2016 / 20:47 WIB

Sejatinya, tidak terlalu sulit untuk membentuk dan menjaga kepercayaan pelanggan saat menjalankan bisnis secara online. Garis besarnya, yang penting si penjual harus bisa memahami kebutuhan si pembeli dan tidak sampai membuat pembeli marah-marah.
Jadi, jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak disukai pembeli. Jangan lupa, pembeli adalah raja. Ada beberapa kesalahan pedagang di lapak online yang bisa membuat pelanggan kehilangan kepercayaan. 
Pertama, soal spesifikasi produk yang dijual. Seringkali terjadi, seorang pembeli membeli barang dengan spesifikasi tertentu sebagaimana dipasang oleh si penjual, namun ternyata barang yang dikirimkan memiliki spesifikasi yang berbeda.
Kedua, soal waktu pengiriman. "Pembeli suka penjual yang pengirimannya cepat dan jelas," kata Henky Eko Sriyantono, pakar bisnis. 
Meski pengiriman lama, jika sebelumnya penjual sudah menginformasikan hal tersebut, pembeli biasanya tidak masalah. Namun, bila sampai waktu yang dijanjikan barang tidak juga sampai, pembeli pasti bakal protes.
Ketiga, pelayanan terhadap pelanggan. Berbicara soal ini, banyak hal terkait pelayanan yang kerap menjadi pemicu pelanggan lari. Misalnya, si penjual punya sumbu pendek. 
Banyak, lo, penjual online yang tidak sabar kalau mendapat banyak pertanyaan dari calon pembeli. Ada juga penjual yang malah marah-marah bila mendapat komplain dari pembeli. Sikap seperti ini bisa menjauhkan pembeli.
Sikap lain yang bisa membuat pembeli pindah ke lain hati adalah tidak terbuka pada pembeli. Misal, penjual ogah memberi banyak informasi soal produk jualannya pada pembeli. Ini bisa membuat pembeli bertanya-tanya soal kejujuran si penjual.
Lalu, ada juga penjual yang dengan gampang memasukkan pembeli dalam daftar hitam alias blacklist. Misalnya, penjual langsung mem-blacklist pembeli yang banyak bertanya tentang satu produk, tetapi urung membeli. Atau, mem-blacklist pembeli yang memberi testimoni jelek atas pelayanannya.
Pembeli juga biasanya tidak menyukai penjual yang kemudian menjadi tukang spam. Mungkin Anda pernah menemukan tipe penjual seperti ini di media sosial seperti Facebook atau Instagram.

0 Response to ""Dosa-dosa" pelapak online"

Posting Komentar