Keluarnya Inggris dari UE, Berkah Bagi Turki



Kunjungan ke Turki berapa bulan lalu memang kasih wacana banyak buat saya. Segala sesuatu nampak berbeda ketika kita injakkan kaki disana. Turkey, The Sick Man of Europe? Itu sih dah lewat. Turki sangat kuasa dan digdaya hari ini. Erdogan bebas ngoceh ngeledekin negara mana pun yang dia ga respek.

Saya secara polos mengira Erdogan ini jenderal pemberani. Tapi ternyata keberanian ini ga lahir gitu aja. Ini keberanian karena lompatan ekonomi Turki yang luar biasa. Bargaining mereka sangat tinggi di dunia. Termasuk anggota NATO pulak. Minggu lalu Erdogan semprot PBB karena hak veto cuma dimiliki segelintir negara. Mapsutnya, Tuan Erdogan ingin hak veto itu juga diserahkan kepada Turki.

Turki berencana akan bergabung dengan Uni Eropa (UE) tahun ini. Alias Visa Schengen, brur… Shocking! Cuman Turki bergabung UE sambil jual mahal. Dia nuntut syarat macem2 sama UE. Padahal dulu mah EU emoh nerima Turki. Sekarang kebalik.

Keluarnya Inggris dari UE bakal jadi berkah di luar rencana Tuan Erdogan. Dan Tuan Erdogan memang mirip Mourinho.. Seorang mastermind, licik, musang berbulu ayam, dll kalo urusan politik.

Seberapa kaya Turki sekarang? Duitnya kayak ga ada seri-nya cyiiin. Dalam waktu kurang dari lima tahun belakangan, puluhan universitas baru dibuka. Beda sama Indo, buka beberapa universitas negeri baru pas akhir era SBY, tapi sebetulnya cuman re-branding kampus swasta yang sudah establish diangkat jadi kampus negeri.

Negara ini (Turki) adalah salah satu produsen terbesar di dunia produk pertanian; tekstil; kendaraan bermotor, kapal dan alat transportasi lainnya; bahan bangunan; elektronik konsumen dan peralatan rumah. Pertumbuhan GDP-nya tahun 2010 pernah tembus angka 6.69. Padahal negara eropa jarang yang lewat angka 2, bahkan ada yang minus.

Pembangunan jalan tol dimana-mana buat mempercepat akses. Kawasan Industri berikat baru banyak dibuka. Sedangkan Turki udah cukup kaya buat hidup cuman dari pariwisata. Duit dari mana? Demografi penduduknya juga beda sama negara maju, sangat berat pada proporsi angkatan muda.

SmartHD TV Panasonic 3D ukuran 50 inch yang ane order dari ebay 6 bulan lalu, ternyata Made in Turkey. Manufaktur eropa mulai pindahin lini produksinya ke Turki. Kekayaan alam dan sejarah Turki ngalah2in negara Eropa manapun.

Kalo Indonesia punya Candi Borobudur yang dilindungi UNESCO, Turki punya puluhan tempat bersejarah yang dilindungi UNESCO. Bahkan Turki punya satu provinsi, yang seluruhnya dilindungi UNESCO, karena propinsi tersebut seluruh daratannya menyimpan sejarah eksotik. Anda perlu ke Cappadokia untuk menyaksikan sendiri. Konon film Star Wars awal 80-an banyak mencuri tampilan scene Cappadokia buat menggambarkan suasana planet lain. Sisa-sisa sejarah Byzantium masih bisa dilihat setelah artefak tsb berenang melewati lautan waktu ribuan tahun.

Turki memang laksana
malaikat tanpa sayap. Menurut pengurus penginapan waktu saya singgah di Cappadokia, pada era 80 sd. 90-an, ketika pecah perang Afghan, Turki mengangkut jutaan pengungsi Afghan dan memberikan mereka semua kewarganegaraan Turki. Termasuk beliau juga pas tahun 90-an ngungsi dari Afghan ke Turki di usia baru belasan. Wajahnya rada oriental, membuat saya keliru menerka, kirain orang Korea.

Mereka disekolahkan dan diberi jalan untuk menempuh perguruan tinggi. Bahkan 2 tahun belakangan sudah ratusan pelajar Indo dapat beasiswa kuliah ke Turki. Monggo yang mo apply, tiap tahun buka koq. Turki seakan ga peduli kalo kebijakan ini akan menguras APBN mereka bertahun-tahun.

Kebijakan ini lagi-lagi diulang pas perang Suriah sekarang. Jutaan pengungsi Suriah mereka tampung dan rumahkan, disekolahkan ke puluhan universitas baru di Turki. Syaratnya mudah, asal mau kursus bahasa Turki. Dan yang terpenting mereka semua dimanusiakan. Ini yang bikin mereka "dinyinyirin" mulu sama UE, dituduh nampung calon teroris. Padahal berkat Turki lah para pengungsi ga cari suaka ke Jerman, Perancis, Italy, Inggris, dll yang justru ratifikasi kebijakan UE untuk "wajib ramah pengungsi".

Al Jaza’ min jinsil amal. Balasan itu sesuai amal perbuatan. Tuhan berlaku adil pada bangsa ini. Hari ini, perusahaan fortune 500 dan ribuan lainnya mulai berpikir untuk memindahkan head quarternya dari London. Karena dengan keluarnya UK dari UE akan berdampak luas pada masalah pajak karyawan, rekrutmen pegawai UE, dll.

Buat yang doyan game Championship Manager, pasti ngerti gimana ribetnya transfer pemain dari non-UE ke klub Inggris. Sekian aturan terkait visa, izin dll, wajib dipenuhi. Semuanya menjadi tidak kompetitif buat bisnis di UK.

Tuan Erdogan tentu mengincar ini. Erdogan langsung bereaksi, “Brexit is 'start of new era'”.

APBN bakal makin menggelembung karena investor masuk. Kayak biasa, Tuan Erdogan tetep rese dan kasih syarat supaya Turki sudi bergabung ke UE. Sambil ngeledikin PM Inggris yang mengundurkan diri, hari ini beliau bilang di koran, “Woiii UE, tulung itu Islamophobia diilangin dulu”.

Sikap hipokrit orang-orang tua Inggris bisa menyeret mereka pada kehilangan pasar Eropa. Pasar akan mencari tempat yang ekonominya fantastis, ngga ribet sama izin, dan iklimnya bagus.

UE? Mereka makin butuh Turki buat menyeimbangkan kekuatan terhadap US dan China. Jalan tol gede-gede udah pada siap, tenaga kerja muda bejibun, pasar luas. Dan Turki paling siap untuk
itu.

(Ditulis Oleh: Kang Zico Pratama Putra, dengan sedikit editan, tanpa merubah makna).

Sumber: fb

__
NB: Mumpung 10 hari terakhir Ramadhan, ayo bantu Donasi untuk Pembangunan TK Tahfidzul Quran, Lembaga Pendidikan Bahasa Arab & Radio Dakwah Ahlus Sunnah di Garut.
Lokasi : Hampor, Desa Sukagalih, Kec. Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat
Total kebutuhan dana : Rp. 60.000.000
Kirim ke :
Bank Syariah Mandiri Cab. Garut
No. Rek: 7082057457
An. Yayasan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah
Kode ATM BSM : 451
Konfirmasi SMS/WA:
Nama#Alamat#Nominal#Tgl. Transfer#Donasi
Kirim ke: 0898-0814-441 (Hilman)
0857-9792-800 (Ummu Umar)

0 Response to " Keluarnya Inggris dari UE, Berkah Bagi Turki"

Posting Komentar