Penyesalan Ridwan Kamil yang Berbuah Masjid



Tahukah Anda mengenai Masjid Al Irsyad yang berdiri di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat? Begitu unik dan megahnya masjid tersebut. Bentuknya kubus mirip Kabah. Jika diperhatikan, di dindingnya terdapat tulisan “Lailahailallah“.

Siapa sosok yang berperan atas hadirnya masjid tersebut? Masjid ini merupakan buah karya dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Pria yang akrab disapa Emil itu ternyata mempunyai cerita tersembunyi atas hadirnya masjid tersebut.

Dalam akun book miliknya, “Ridwan Kamil untuk Bandung”, Emil bercerita awal mula berdirinya masjid tersebut. Emil mengungkapkan bahwa hadirnya masjid tersebut tak lepas dari sosok sang ayah, yakni Atje Misbach (almarhum).

“Masjid itu saya desain sebagai bentuk penghormatan saya kepada almarhum ayah,” tulis Emil.

Peran ayah

Emil menceritakan, dirinya bisa menjadi seperti ini tentu tak lepas dari peran sang ayah. Ketika meninggal, kata Emil, ayahnya tak meninggalkan harta benda, tetapi hanya ilmu, wasiat, dan nasihat lainnya yang ditinggalkan. Sang ayah mendidiknya dengan kesederhanaan.

“Ayah saya telah tiada saat saya di akhir tahun kuliah. Almarhum tidak meninggalkan harta benda, karena kami dulu hidup seadanya, tapi almarhum melahirkan banyak wasiat dan nasihat yang menjadi bekal saya hari ini,” tulis Emil.

Dalam ceritanya, Emil mengaku sangat menyesal karena tidak sempat mengucapkan rasa terima kasih kepada sang ayah atas bimbingan, nasihat, dan wasiatnya. Jasa-jasa yang membuatnya seperti ini pun belum terbalaskan.

“Saya tidak sempat mengucapkan rasa terima kasih saya padanya, karena dulu saya orangnya cuek dan tidak pedulian. Ya Allah, menyesal sekali rasanya,” tulis Emil.

Setelah kepergian ayahnya untuk selamanya, kerinduan itu selalu datang menghantui. Ia merasa menyesal karena belum pernah memberikan yang terbaik saat sang ayah masih hidup. Emil berpikir, bagaimana membalas kebaikan dan mengobati rasa rindu itu, terlebih lagi sang ayah pula yang berperan menjadikan dirinya menjadi seorang arsitek dan Wali Kota Bandung.

“Sekarang rasa rindu itu selalu ada menyergap, di setiap pencapaian saya. Rasanya ingin berbagi dan mengadu kepadanya. Saya menjadi arsitek melalui bimbingan almarhum. Profesi yang memberi penghidupan dan penghormatan bagi saya dan anak istri saya,” tulisnya lagi.

Penghormatan

Tebersit dalam pikiran Emil untuk membuat satu karya yang dipersembahkan kepada almarhum ayah tercinta. Berdirilah masjid tersebut.

“Akhirnya rasa rindu itu saya abadikan. Saya dirikan sebuah masjid, namanya Al Irsyad di Padalarang yang saya desain sebagai penghormatan saya kepada almarhum,” tulis Emil.

Akhirnya masjid ini berdiri. Desainnya “dibumbui” rasa cinta kepada sang ayah. Berdiri kurang dari 2 tahun sejak mulai dibangun pada 7 September 2009 atau bertepatan dengan 17 Ramadhan 1430 H (Nuzulul Quran), dan diresmikan pada Agustus 2010.

Bentuk masjid itu layaknya kubus. Emil mengaku bentuk itu terinspirasi oleh Kabah yang ada di Masjidil Haram, Mekkah. Dindingnya bertuliskan kaligrafi. Masjid itu berdiri di lahan seluas 1 hektar dengan kapasitas 1.500 jemaah.

Dengan keunikannya, Masjid Al Irsyad meraih penghargaan “The Best 5 World Building of The Year 2011″ untuk kategori Bangunan Religi versi Archdaily & Green Leadership Award tahun 2011 dari BCI Asia.

“Kesederhanaan masjid ini adalah terinspirasi dari kesederhanaan almarhum (sang ayah). Setiap melihat mereka yang berbondong shalat di sana, dalam hati saya berdo’a semoga juga semakin luaslah lapang kuburnya, Amin,” tulisnya.

“Selamat hari ayah, wahai ayahanda, Atje Misbach almarhum, kukirimkan Allfatihah terbaik untukmu,” tutupnya.

*sumber: kompas.com

mode masakini



0 Response to " Penyesalan Ridwan Kamil yang Berbuah Masjid"

Posting Komentar