Gawat Kalau Ini Terjadi, "Cina Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia"


Putra bekas Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, lewat account Twitter @HutomoMP-9, pernah berandai-andai, bahwa tak lama lagi Pemerintahan Joko Widodo bakal mengijinkan pihak asing untuk bangun pangkalan militernya di lokasi Indonesia. Pernyataan Tommy itu menyikapi kebijakan pemerintah yang membolehkan warga asing mempunyai property di Indonesia.

Seirama dengan Tommy Soeharto, pengamat politik Muslim Arbi menyebutkan tak tutup kemungkinan malah pihak negara Cina yang bakal bangun pangkalan militer di Indonesia. Tanda-tanda itu tampak dari masuknya buruh asal Cina di Indonesia belum lama ini.

“Keberadaan buruh asal Cina di Indonesia dapat jadi tanda-tanda negeri Gorden Bambu itu bakal mempunyai pangkalan militer di Indonesia, ” tegas Muslim Arbi pada intelijen (26/06).

Menurut Muslim, Cina sangatlah mempunyai urusan karenanya ada pangkalan militer di Indonesia. Maksudnya, untuk menghadapi bila berlangsung kerusuhan anti Cina. “Cina khan sudah mengetahui, Indonesia itu sangatlah gampang disulut anti-Cina, maka dari itu untuk menghadapi dibutuhkan pangkalan militer Cina. Bila ada kerusuhan, militer Cina dapat segera turun tangan, ” terang Muslim.

Tidak cuma itu, Muslim mensinyalir, tak tutup kemungkinan warga asal Cina yang menyebar di beberapa lokasi Indonesia, termasuk juga Jakarta, mungkin saja agen intelijen Negeri Gorden Bambu itu. “Intelijen Cina itu jago-jago. Dia dapat menebarkan mata-mata, dapat pula menggunakan Cina perantauan yang ada di Indonesia atau umum dimaksud Overseas China, ” tutur Muslim.

Muslim menekan DPRI RI untuk meminta info pada Presiden Jokowi berkenaan keberaadaan warga Cina sebagai buruh di Indonesia. “DPR janganlah diam saja. Saya usulkan butuh dibuat Pansus di DPR. Kehadiran warga Cina bakal mematikan warga Indonesia serta dapat menyulut perseteruan sosial, ” pungkas Muslim.

0 Response to " Gawat Kalau Ini Terjadi, "Cina Akan Bangun Pangkalan Militer di Indonesia""

Posting Komentar