Banyu Biru harus belajar soal intel pada Jenderal Benny Moerdani

 Rabu, 3 Februari 2016 07:31
Banyu Biru harus belajar soal intel pada Jenderal Benny Moerdani   
SK Banyu Biru masuk BIN. ©2016 merdeka.com/istimewa


- Banyu Biru memamerkan surat pengangkatannya sebagai anggota Dewan Informasi Strategis dan Kebijakan Badan Intelijen Negara. Tindakan Banyu mengundang reaksi. Bukankah dunia intelijen kental dengan kerahasiaan dan sistem sel?

Ada cerita menarik bagaimana seorang intel sejati menjaga kerahasiaannya. Bahkan anak buahnya saja tak tahu wajah bosnya.

Jenderal Benny Moerdani dikenal sebagai raja intel Indonesia. Kekuasaannya nyaris tak terbatas di zaman Orde Baru.

Namun seorang personel Marinir pernah membentak Benny. Padahal marinir itu berpangkat bintara sementara Benny sudah berpangkat Mayor Jenderal.

Kisah ini bermula ketika Benny memiliki urusan ke markas Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Dia mengendarai mobilnya menuju kantor yang berada di Jalan Merdeka Barat tersebut tanpa mengenakan seragam militer.

Sesampainya di lokasi, Benny langsung memarkirkan kendaraannya di lokasi terdekat dengan pintu masuk. Rupanya hal itu memancing seorang penjaga, yang juga personel Marinir, mendekatinya.

Tanpa pikir panjang, Marinir tersebut langsung membentak dan memintanya memindahkan kendaraannya. Sebab, tempat parkir tersebut hanya diperuntukkan bagi pimpinan militer. Benny yang memakai pakaian sipil hanya diam saja.

Benny lantas memindahkan kendaraannya ke lokasi yang ditunjukkan Marinir tersebut. Meski begitu, Benny tidak marah.

"Mungkin memang salah saya sendiri, kok waktu itu pakai pakaian preman," aku Benny.

Kejadian lainnya berlangsung saat dia kembali ke dunia militer usai menjalani tugas diplomatiknya. Meski sudah berbintang dua, namun banyak perwira TNI yang tak bertanya-tanya terhadap dirinya. Kisah ini ditulis dalam buku 'Benny: Tragedi Seorang Loyalis' yang ditulis Julius Pour terbitan Kata Hasta Pustaka tahun 2007.

"Ketika saya sudah berbintang dua, seorang kolonel masih sempat bertanya kepada penjaga Markas Hankam, lho siapa jenderal itu? Perwira ABRI saja enggak kenal saya, apalagi orang luar."

Sebagai orang nomor satu di dunia intelijen, kerahasiaan memang nomor satu. Setidaknya, itulah yang dijalani Benny selama berkecimpung di dalamnya.

0 Response to "Banyu Biru harus belajar soal intel pada Jenderal Benny Moerdani"

Posting Komentar