10 Fakta Tersembunyi dari Masa Kecil Manny Pacquiao


Senin, 13 April 2015 | 16:44 WIB
Manny Pacquiao muda

MANILA, KOMPAS.com — Emmanuel Dapidran atau "Manny" Pacquiao adalah petinju, bahkan figur yang paling dikenal di Filipina saat ini. Ia petinju paling berprestasi, penyanyi, bahkan juga politikus yang ditakuti lawan karena popularitasnya.

Di puncak kejayaan dan kekayaannya, Manny Pacquiao bahkan seperti ingin meraih semua impian masa kecilnya. Meski lelah berlatih tinju dan bertindak sebagai anggota kongres, Pacquiao masih sempat menjadi pelatih kepala klub bola basket KIA Sorento miliknya sendiri.

Ia juga memiliki klub liga amatir, MP Hotel Warriors. Pacquiao bahkan sempat memperkuat tim KIA selama tujuh menit sehingga ia sudah memiliki jam terbang sebagai pebasket profesional.

Pacquiao lahir di Kibawe, Bukidnon, Filipina, pada 17 Desember 1978. Putra pasangan Rosalio Pacquiao dan Dionesia Dapidran-Pacquiao ini harus menyaksikan kedua orangtuanya berpisah setelah sang ayah terbukti memiliki keluarga yang lain.

Pacquiao sendiri telah menikah dengan Maria Geraldine "Jinkee" Jamora pada 10 Mei 2000. Pasangan ini memiliki lima anak, yakni Emmanuel Jr, Michael Stephen, Mary Divine Grace, Queen Elizabeth, dan Israel.

Meski hidup kaya raya hasil dari bertinju serta sebagai wakil rakyat, Pacquiao mengaku tidak pernah melupakan impian-impian masa kecilnya pada saat susah. Ia selalu ingin memenuhi keinginan dan ambisinya, termasuk dengan menghadapi dan mengalahkan Floyd Mayweather Jr pada 2 Mei 2015 mendatang.

Berikut 10 fakta masa kecil Pacquiao:
1. Pacquiao selalu ingin menjadi pastor
Sebagai seorang anak, selayaknya di Filipina, Pacquiao ingin menjadi seorang pastor. Namun, kemiskinan yang parah memaksanya memilih profesi sebagai petinju.

2. Keluarga Pacquiao sangat miskin
Pacquiao lahir di kota terpencil dan miskin di Kibawe, Bukidnon, Filipina. Saat berusia dua tahun, Pacquiao dan keluarganya pindah masuk ke pedalaman di Tango, Provinsi Sarangani.  Di sini, keluarga ini tinggal di rumah petak dengan hanya satu ruangan.

3. Pacquiao harus naik turun bukit untuk mendapatkan air
Di Tango, Pacquiao muda harus naik turun bukit untuk mendapatkan makanan maupun air bersih. Dalam otobiografi miliknya, Pacquiao menyebut kebiasaan membawa air naik turun bukit jauh lebih bermanfaat membentuk otot tubuhnya ketimbang latihan di pusat kebugaran.

4. Meniru gaya Bruce Lee
Sebagai anak-anak, Pacquiao mencoba meniru kecepatan gerak legenda kungfu, Bruce Lee, melalui film-filmnya. Ia mencoba meniru pukulan dan tendangan ala Bruce Lee dengan menjadikan batang pohon pisang sebagai sasaran.

5. Adu ayam sebagai inspirator
Pacquiao menonton sabung ayam pertama kali pada usia 7 tahun. Pertarungan hewan ini mengajarkan Manny tentang pentingnya keakuratan dan kecepatan pada kaki. Dua hal inilah yang akan menjadi inti kekuatan Manny Pacquiao pada kemudian hari.

6. Impian bila menjadi orang kaya
Tumbuh dalam kemiskinan dan kelaparan, impian pertama dan terbesar Pacquiao adalah ia bersama keluarganya duduk di meja yang berisi makanan berlimpah ruah sehingga ia dan semua anggota keluarganya dapat makan sampai perut kembung.

7. Ia harus bekerja pada usia 7 tahun
Pacquiao mendapat pekerjaan pertamanya pada usia 7 tahun sebagai pembantu seorang nelayan tua. Untuk upah, ia mendapat pembagian ikan hasil tangkapan. Ia menyisihkan dua ekor buat keluarganya dan menjual sisanya seharga 50 peso per ekor. Kegiatan mengangkat hasil tangkapan ini, menurut dia, membantu membentuk bagian tubuh atas yang kuat.

8. Pertarungan pertama Pacquiao dilakukan di jalanan
Pacquiao mendapatkan naluri bertarung dari pengalamannya berkelahi di jalan. Ia harus menghadapi sekelompok anak yang mengganggu adiknya, Bobby, di sekolah. Ia mengalahkan anak-anak itu.

9. Arti nama "Pac-Man"
Tidak seperti dugaan orang, nama "Pac-Man" tidak diambil dari nama video games buatan Jepang tentang tokoh animasi yang terus bergerak memakan titik-titik. Nama itu merupakan kombinasi dari namanya, Pac untuk Pacquiao dan Man untuk Manny.

10. Pacquiao mematahkan tulang rusuk lawannya yang jauh lebih besar
Sebagai seorang remaja, Pacquiao sudah pernah berkelahi dengan semua remaja sebaya di kampungnya. Mereka membuat arena bertarung di Oval Plaza Park dan menyebutnya
sebagai pertarungan di taman. Pacquiao menghadapi dan mengalahkan lawan-lawan yang lebih besar dan lebih berat daripada dirinya. Bahkan, ia pernah mengalahkan petinju yang paling ditakuti, "Amang." Amang dipukuli dengan keras sampai tulang-tulang rusuknya patah.

Editor : Tjahjo Sasongko                        

0 Response to "10 Fakta Tersembunyi dari Masa Kecil Manny Pacquiao"

Posting Komentar