Sepekan Investasi: Rupiah menguat 0,94%

Sabtu, 27 Februari 2016 / 10:05 WIB

Rupiah mengawali pekan ini dengan menguat 0,52% atau menjadi Rp 13.439. Menurut David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, penguatan ini mendapat dorongan dari kondisi pasar modal dalam negeri yang cukup stabil. Agaknya ini merupakan permulaan yang baik. Pasalnya, setelah itu, rupiah terus mengalami penguatan dan penguatan terbesar terjadi pada hari Jumat.
Penguatan rupiah yang terjadi sepanjang pekan ini disinyalir karena stabilnya pergerakan pasar domestik. Penguatan ini jadi seperti aksi balasan atas pelemahan yang terjadi pekan lalu. Dibandingkan dengan akhir pekan lalu, rupiah berhasil menguat 0,94%. 
Berikut pergerakan rupiah selama sepekan:
Senin (22/1), rupiah kembali bangkit menghadapi the greenback. Di pasar spot rupiah menguat 0,52% ke Rp 13.439 per dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah menguat 0,65% ke Rp 13.460 per dollar AS.
Selasa (23/2), mengacu data Bloomberg, di pasar spot rupiah berada di level Rp 13.428 per dollar AS atau menguat 0,08% dari sebelumnya Rp 13.439 per dollar AS pukul 15.59 WIB. Senada, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar (JISDOR), rupiah ke Rp 13.397 per dollar AS atau menguat 0,47% dari sebelumnya Rp 13.460 per dollar AS.
Rabu (24/2), mengutip Bloomberg,  valuasi rupiah terangkat tipis 0,12% ke level Rp 13.411 per dollar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya. Berbeda, di kurs tengah Bank Indonesia posisi rupiah terkoreksi 0,36% di level Rp 13.446 per dollar AS.
Kamis (25/2), rupiah sedikit melemah di hadapan dollar AS. Di pasar spot, rupiah berada di level Rp 13.413 per dollar AS atau melemah 0,01% sebelumnya Rp 13.412 per dollar AS pukul 15.59 WIB.
Jumat (26/2), rupiah berhasil menutup pekan ini di bawah level Rp 13.400 per dollar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini mengalami penurunan indeks sejak pembukaan di hari Senin di level 4.708,62.  Selanjut indeks berada pada kisaran 4.650. Namun, indeks mengalami kenaikan pada penutupan hari Jumat sebesar 4.733,15  alias menguat sebesar 1,6%.
Seakan mengikuti bursa Asia, IHSG optimis sejak pembukaan dengan mayoritas indeks sektoral menguat kecuali sektor pertanian. Investor asing pun tercatat net buy Rp 152.92 miliar hari ini. IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatan pada perdagangan awal pekan depan. Pasalnya, indikator teknikal menunjukkan sinyal penguatan.
Lanjar Nafi, analis Reliance Securitas menjelaskan, secara teknikal, IHSG menembus resistance MA7 setelah indikator Stochastic terlihat golden-cross terkonfirmasi pada area jenuh jual. "Dengan kondisi demikian peluang penguatan IHSG sangat besar hingga menguji upper bollinger bands dilevel 4.800." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Jumat (26/2). Lanjar memperkirakan, IHSG awal pekan depan akan melanjutkan penguatan di kisaran 4.665-4.800.
Berikut pergerakan IHSG selama sepekan:
Senin (22/2), IHSG bergerak liar di awal perdagangan. Data RTI menunjukkan, indeks dibuka naik 0,05% atau 2,87 poin ke level 4.700 pukul 09.15 WIB. Tercatat 99 saham bergerak naik, 37 saham bergerak turun, 60 saham stagnan. Pembukaan perdagangan itu melibatkan 454 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 565,2 miliar.
Sesi I, IHSG berakhir di zona merah. Mengacu data RTI menunjukkan indeks terkoreksi 0,09% atau 4,09 poin ke level 4.693,46. Tercatat 129 saham bergerak naik, 96 saham bergerak turun, dan 84 saham stagnan. Perdagangan sesi I, melibatkan 1,67 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,29 triliun.
Sesi II, IHSG bergerak liar di sepanjang transaksi. Berdasarkan data RTI, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat naik 0,24% menjadi 4.708,62. Ada 136 saham yang melaju. Sementara itu, jumlah saham yang turun sebanyak 121 saham dan 91 saham lainnya diam di tempat. Volume transaksi sore ini melibatkan 10,710 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,896 triliun.
Selasa (23/2), IHSG tertekan. Data RTI pada pukul 09.19 WIB menunjukkan indeks tercatat turun 0,14% menjadi 4.702,06.
Sesi I, IHSG ditutup di zona negatif pada akhir sesi. Berdasarkan data RTI, pada pukul 12.00 WIB, indeks tercatat berada di level 4.675,54 atau turun 0,7%.
Sesi II, IHSG jatuh di tengah volatilitas pasar Asia. Mengacu data RTI, indeks berakhir terkoreksi dalam 1,16% atau 54,56 poin ke level 4.654,05 pukul 16.14 WIB. Ada 186 saham bergerak turun, 83 saham bergerak naik, dan 89 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 4,84 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 5,99 triliun.
Rabu (24/2), IHSG menghijau di awal perdagangan. Mengacu data RTI, indeks dibuka naik 0,16% atau 6,98 poin ke level 4.661,54 pukul 09.11 WIB. Tercatat 86 saham bergerak naik, 47 saham bergerak turun, dan 61 saham stagnan. Perdagangan pagi ini melibatkan 260 juta lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 358,2 miliar.
Sesi I, IHSG memerah mengikuti pelemahan pasar Asia di sesi ini. Mengacu data RTI, indeks terkoreksi 0,20% atau 9,205 poin ke level Rp 4.644,84 pukul 12.00 WIB. Ada 134 saham bergerak turun, 108 saham bergerak naik, 82 saham stagnan. Sesi pertama ini melibatkan 1,66 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,19 triliun.
Sesi II, IHSG berakhir flat pada akhir transaksi. Berdasarkan data RTI, pada pukul 16.00 WIB, indeks tercatat naik 0,08% menjadi 4.657,72. Adapun jumlah saham yang naik sebanyak 134 saham,  125 saham tertekan, dan 103 saham lainnya tak berubah posisi. Volume transaksi sore ini melibatkan 4,190 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,901 triliun.
Kamis (25/2), IHSG berhasil dibuka di zona aman. Pada pukul 09.20 WIB, indeks tercatat naik 0,27% menjadi 4.670,47.
Sesi I, IHSG kembali berakhir flat setelah sebelumnya bergerak fluktuatif. Berdasarkan data RTI, pada pukul 12.00 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 0,02% menjadi 4.658,776. Sebelumnya, indeks sempat naik 0,52% dan turun 0,05%. Volume transaksi siang ini melibatkan 2,123 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,108 triliun.
Sesi II, IHSG bergerak flat. Data RTI menunjukkan, indeks berakhir naik tipis 0,01% atau 0,601 poin ke level 4.658,32 pukul 16.14 WIB. Tercatat, 135 saham bergerak turun, 127 saham bergerak naik, dan 87 saham stagnan. Perdagangan hari ini melibatkan 4,27 miliar lot saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 4,45 triliun.
Jumat (26/2), IHSG tersenyum lebar. Mengutip data RTI, pada pukul 09.19 WIB, indeks tercatat melaju 0,92% menjadi 4.700,99.
Sesi I, IHSG ditutup dengan lompatan 1% lebih di sesi ini. Data RTI menunjukkan, pada pukul 11.30 WIB, indeks mencatatkan kenaikan 1,02% menjadi 4.705,73. Volume transaksi siang ini melibatkan 1,695 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,243 triliun.
Sesi II, IHSG ditutup dengan penguatan 74,83 poin atau 1,61%. Indeks menutup pekan ini di posisi 4.733,15.

Emas
Harga emas Antam pekan ini dibuka turun Rp 1.000 di level Rp 574.000. Selanjutnya harga emas Antam mengalami penurunan terbesar  pada Selasa, sebesar Rp 11.000. Selama sepekan ini emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 3.000. Berikut pergerakan emas Antam selama sepekan:
Senin (22/1), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 574.000. Angka ini turun Rp 1.000 dari posisi harga Sabtu (20/2) kemarin.
Selasa (23/2), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 563.000. Angka ini turun Rp 11.000 dari posisi harga Senin (22/2) kemarin.
Rabu (24/2), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 567.000. Angka ini naik Rp 4.000 dari posisi harga Selasa (23/2) kemarin.
Kamis (25/2), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 567.000. Angka ini sama dengan posisi harga Rabu (24/2) kemarin.
Jumat (26/2), seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 571.000. Angka ini naik Rp 4.000 dari posisi harga Kamis (25/2) kemarin.

0 Response to "Sepekan Investasi: Rupiah menguat 0,94%"

Posting Komentar