Tantowi Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Ajaran Radikal lewat "Game"

minggu, 21 Februari 2016 | 08:13 WiB
 Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya, saat menjadi salah satu pembicara di Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2015).
 
JAKARTA, Anggota Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya, menilai, ancaman radikalisme terhadap anak-anak bisa berkembang melalui medium yang terkadang tidak disadari oleh orangtua mereka.

Karena itu, penanganan yang tidak biasa pun diperlukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pada umumnya, kata dia, radikalisme berkembang melalui sejumlah faktor, seperti doktrinisasi ideologi, ekonomi, dan teknologi.

Faktor pertama dan kedua merupakan hal yang wajar terjadi selama ini dalam penyebaran paham itu.

"Isu yang berkembang, untuk anak-anak muda dari luar negeri, ISIS menawarkan gaji hingga 3.000 dollar per bulan. Lalu, pemahaman agama yang doktriner membuat anak muda tidak memiliki ruang dialog bagi perbedaan di lingkungannya," kata Tantowi dalam keterangan tertulis pada Sabtu (20/2/2016).

Faktor ketiga, menurut dia, menjadi faktor yang terkadang dilupakan orangtua. Ia mencontohkan penyebaran ajaran radikal melalui game. Ia menilai, game yang memuat konten kekerasan lebih kurang memberikan pengaruh terhadap pola pikir anak.

Ia menyarankan, jika orangtua berkenan memberikan game kepada anak-anaknya, sebaiknya game tersebut bernilai positif, seperti game olahraga.

"Game (bertema) action berbasis online atau konsol secara tidak langsung mengajarkan kekerasan. Untuk itu, orangtua harus mewaspadai game yang dimainkan anak-anak," ujarnya.                            

0 Response to "Tantowi Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Ajaran Radikal lewat "Game""

Posting Komentar