Juara All England, Praveen/Debby Cuma Kehilangan Satu Gim

BADMINTONINDONESIA.ORG Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, merayakan kemenangan atas pasangan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, pada partai final All England 2016 di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (13//2016).

BIRMINGHAM,
 Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil membuat kejutan pada All England 2016 dengan menjadi juara pada nomor ganda campuran di Barclaycard Arena, Birmingham, Minggu (13/3/2016).

Sepanjang lima kali bertanding dari babak pertama hingga merengkuh gelar juara, mereka hanya kehilangan satu gim.
Dikatakan sebuah kejutan karena Praveen/Debby sebenarnya "hanya" berstatus unggulan ke-8. Dari segi peluang, pasangan nomor satu Indonesia sekaligus unggulan ke-2 turnamen, Tontowi Ahmada/Lilyana Natsir, lebih diunggulkan.
Pasangan ganda campuran senior Indonesia itu menjadi juara All England tiga tahun beruntun, pada 2012-2014. Meski gagal meneruskan tren pada tahun lalu, pasangan yang lebih dikenal dengan sebutan Owi/Butet itu tetap menjadi tumpuan harapan Indonesia pada tahun ini.
Akan tetapi, justru Praveen/Debby yang bisa menjawab ekspektasi pencinta bulu tangkis tanah air. Mereka menjadi juara ketika sejumlah wakil Indonesia gugur sebelum menyentuh semifinal. (Baca: Hanya Dua Wakil yang Tersisa, Ini Kata Rexy)
Langkah Praveen/Debby menuju tangga juara dimulai dengan menghadapi pasangan nonunggulan asal Singapura, Danny Bawa Chrisnanta/Vanessa Neo Yu Yan. Pada pertandingan babak pertama, mereka menang 21-14. 21-17. (Baca: Tontowi/Lilyana Masih Kedinginan)
Pada pertandingan babak kedua, Praveen/Debby mendapatkan perlawanan alot dari pasangan ganda Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara. Mereka dipaksa bermain rubber game karena kalah pada gim pertama 13-21. Namun, pada dua gim berikutnya, Praveen/Debby bisa membalas 21-14, 21-18. (Baca: Praveen/Debby yang Pertama Lolos)
Kekalahan gim pertama melawan Kazuno/Kurihara itu merupakan satu-satunya kehilangan gim Praveen/Debby sepanjang turnamen. Pada perempat final dan semifinal, sekalipun menghadapi pasangan yang lebih dijagokan, mereka bisa melaluinya dengan straight game.
Menghadapi unggulan ketiga asal China, Liu Cheng/Bao Yixin, Praveen/Debby menang 21-14, 23-21. Mereka pun melangkah ke semifinal dan menantang unggulan pertama yang juga asal China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Lagi-lagi, Praveen/Debby bisa memutarbalikkan prediksi. Juara bertahan nomor ganda campuran, Zhang Nan/Zhao Yunlei, gagal melaju ke final setelah ditundukkan Praveen/Debby, 19-21, 16-21. (Baca: Tidak Ada Juara Bertahan yang Lolos ke Final All England 2016)
Melaju ke final, harapan masyarakat Indonesia pun membuncah. Sampai-sampai, Presiden Joko Widodo berkicau melalui @jokowi dan mendoakan Praveen/Debby sukses pada laga final. (Baca: Jokowi: Doakan Praveen/Debby Juara All England)
Kemenangan di semifinal atas unggulan pertama membuat kepercayaan diri Praveen/Debby meningkat. Itu menjadi modal mereka jelang laga puncak melawan pasangan Denmark. (Baca: Praveen/Debby (Baca: Kemenangan Ini Menambah Kepercayaan Diri Kami)
Kepercayaan diri itu ditunjukkan Praveen/Debby pada laga final. Menghadapi unggulan kelima, Fischer Nielsen/Pedersen, mereka menang 21-12, 21-17. Inilah gelar pertama mereka di All England. (Baca: Praveen/Debby Persembahkan Gelar All England untuk Indonesia)
Keberhasilan ini juga mewujudkan mimpi Debby yang sebelum turnamen mengatakan ingin menyamai prestasi Tontowi/Lilyana, menjadi juara All England. (Baca: Mimpi Debby Susanto Samai Prestasi Tontowi/Liliyana)
"Saya ingin menyamai prestasi Tontowi/Liliyana. Mereka sudah banyak meraih gelar dan lolos Olimpiade. Saya bersama Praveen masih harus berjuang untuk meraih tiket Olimpiade," kata Debby, Jumat (26/2/2016).
"Saya berusaha bermain lebih stabil dan tidak mau terbebani meski ada misi untuk menyamai prestasi Tontowi/Liliyana. Justru hal ini menjadi motivasi saya untuk berjuang lebih keras," ujar pemain 26 tahun tersebut.
Motivasi keras Debby pun terbukti. Bersama Praveen, dia sudah bisa mewujudkan keinginannya menjadi juara All England, seperti Tontowi/Lilyana.

Selamat, Praven/Debby....

0 Response to "Juara All England, Praveen/Debby Cuma Kehilangan Satu Gim"

Posting Komentar