Tanggapan Ustadz @AbdullahHaidir1 Atas Kultwit Aktivis JIL @Sahal_AS "Tentang Pemimpin Kafir"


by Ustadz Abdullah Haidir, Lc

1. Bismillah.saya mau twit tanggapi kultwit @sahaL_AS "Imam Ghazali ttg Pemimpin Kafir yg Adil" http://chirpstory.com/li/307521 moga Allah berkahi.

2. Twit @Sahal_AS adalah tanggapan dari tulisan saya di manhajuna.com

Sumber Ungkapan “Pemimpin Kafir Yang Adil Lebih Baik Dari Pemimpin Muslim Yang Zalim”
http://manhajuna.com/sumber-ungkapan-pemimpin-kafir-yang-adil-lebih-baik-dari-pemimpin-muslim-yang-zalim/

3. Tulisan saya tsb mengulas sumber pernyataan yang beredar akhir2 ini bhw pemimpin kafir yang adil lebih baik dari pemimpin muslim yg zalim

3b. Intinya, itu adalah ucapan ulama syiah; Ali Ath-Thawus yang justeru bersumber dari buku orang syiah sendiri.

4. Disamping pernyataan tsb bermasalah, yg berat lagi banyak org memahaminya bhw itu adalah perkataan Ali bin Abi Thalib.

5. Krn yang beredar disebutkan sbg perkataan Ali ra. Sehingga masyarkat menangkap, itu adalah Ali bin Abi Thalib, padahal bukan.

6. Bahkan tdk sedikit yg terang2an menyatakan bahwa itu adalah ucapan Ali bin Abi Thalib. Padahal beliau tdk mengatakan demikian.

7. Apalagi pernyataan ini secara massif disebarkan berbarengan dengan isu pilkada DKI. You know lah, kemana arah yg ingin dituju.

8. Seakan ingin menggiring alam bawah sadar masyarakat utk jangan percaya kpd pemimpin muslim, semuanya maling dan korup…

9. Sementara calon non muslim yg mereka jagokan sudah dipastikan org bersih, tidak korup.... walaupun kasus Sumber Waras membayang2..

10. Lalu terjadilah sedikit dialog saya dg @sahal_ spt ini... Saya minta dia buktikan kalau Ghazali bicara spt itu. (pic)


11. Sampai akhirnya keluarlah kultwit @Sahal_AS di atas. Ternyata dia tdk dapat membuktikan bahwa Al-Ghazali mengucapkan redaksi serupa.

12. Dia malah menuding bhw saya berpendapat orang kafir tdk mungkin bisa adil. Padahal saya tdk pernah mengatakan demikian dlm tulisan saya.

13. Bahkan beberapa saat sebelumnya saya sudah ngetwit bhw bisa saja orang kafir adil dalam tataran sosial dan realitas.

14. Tapi dlm perspektif keimanan, mrk tdk mungkin adil, krn kesyirikan adalah kezaliman bahkan kezaliman paling besar. Itu kata Al-Quran...

15. Kalau sekedar bikin tudingan sepihak, saya juga bisa, misalnya bilang bahwa bagi @sahal, cuma Ahok yg bisa adil, lawan Ahok adalah zalim

16. Adapun ucapan @sahal_AS bhw saya benci syiah, Iya! Bgmna saya tdk benci dgn orang yang membenci ibunda saya dan ibunda orang beriman (yakni, ummahatul mu’mini Aisyah radhiyallahu anha -red);

17. Bagaimana sy tdk benci kpd org2 yg membenci mrk yg sangat dicintai Rasulullah? Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll, radhiallahu anhum

18. Kalau @sahal_AS tidak suka kpd org yg tdk suka sama Ahok, mengapa saya tdk boleh tidak suka kpd orang yg membenci Abu Bakar dan Aisyah?

19. Kalau @sahal_AS boleh anti wahabi, mengapa saya tdk boleh anti syiah?

20. Terkait keraguan @sahal_AS bahwa ungkapan tsb berasal dari tokoh syiah seraya dia meragukan fakta sejarahnya, silakan dianalisa.

21. Yg jelas saya dapatkan itu di buku kaum syiah dn bahkan mrk jadikan rujukan. Ali Ath-Thawus sendiri diagung2kan kalangan syiah.

22. Bahkan hingga kini, sejak tulisan saya diposting, blm saya dapatkan dari orang syiah yg membantah kalau itu ucapan tokoh syiah.

23. Eh justeru malah @sahal_AS pasang badan dan cawe2 membantahnya. Ente bukan syiah, kan?

24. Soal apa perlunya Hulagu Khan minta fatwa kpd para ulama, padahal dia kafir dan zalim? Bisa sekali.

25. Dia ingin mendapatkan legitimasi dari para ulama agar diterima masyarakat Baghdad. Bahwa walaupun kafir, tapi dia adil.....menurutnya.

26. Sekarang pun ada penguasa yang membantai ribuan rakyatnya dan disorot oleh media dunia, lalu dia tampil seakan2 menjadi juru selamat...

27. Lalu tanpa merasa berdosa sama sekali dia berlagak kayak org paling bersih. Bahkan ada pula ulama yg mengangguk2an kepalanya... (As-Sisi –red)

28. Di negeri ini juga ada, pemimpn daerah yg bicarnya sangat kotor dan menjijikkan, lalu ada org yg berkomentar, dia pemimpin berakhlak :)

29. Kini kita bicarakan ttg ucapan Al-Ghazali yg dikutip oleh @Sahal_AS. Ternyata dugaan saya meleset.

30. Ternyata yg ada adalah interpretasi @sahaL_AS atas ucapan Al-Ghazali yg disimpulkan sama dg ucapan Ali Ath-Thawus di atas...

31. Kalau sudah ranah interpretasi sih, bisa2 saja… jangankan Al-Ghazali, ayat2 Al-Quran saja, bisa diinterpretasikan macam2 sesuai selera (sesuai selera JIL –red).

32. Terkait kitab Al-Ghazali yg dirujuk @Sahal_AL, yaitu At-Tibrul Masbuk Fi Nashihatul Muluk...ada hal menarik bgmn 'pandainya' beliau..

33. Kitab ini substansinya adalah nasehat utk para penguasa dan pejabat terkait tanggungjawab dan amanah mrk. Pesannya sangat bagus..

34. Didalamnya disebutkan sifat2 yg harus dimiliki pemimpin, banyak ayat, hadits, kisah2 yg menarik utk menjelaskan apa yg dia sampaikan.

35. Tapi sayangnya Sahal tdk utuh menjelaskan kitab ini. Moga bukan kesengajaan. Sebab kalau ada kesengajaan, itu manipulasi namanya..

36. Memang, Al-Ghazali berbicara sanga dalam masalah sifat adil bagi seorang pemimpin dlm kitab tsb. Tapi..... ada tapinya nih... :)

37. Tapi, seblm bicara soal keadilan, Al Ghazali tlah berbicara ttg keimanan. Sila cek daftar isinya. pahamkan? :) (pic)


37b. Di dalamnya Al-Ghazali menyebutkan beberapa prinsip aqidah yg merupakan pokok keimanan, spt ttg sifat2 Allah, hari akhir, Rasulullah saw

38. Maka saya berkesimpulan, bhw nasehat Al-Gazali ini ditujukan kpd penguasa muslim yg mengingatkan mrk prinsip keimanan sebelum keadilan.

39. Bahkan ketika mulai membahas prinsip keadilan, Al-Ghazali mengawalinya dgn mengatakan, bahwa....

40. Siapa yang tidak menunaikan amanah kekuasaan, akan sengsara yang tdk ada lagi kesengsaraan sesudahnya kecuali kufur kepada Allah…

41. Maksudnya adalah kezaliman menyebabkan kesengsaraan yg sangat berat, namun puncak kesengsaraan adalah kufur kepada Allah. Inilah iman.

42. Mengapa @sahal_AS tidak sebutkan masalah prinsip keimanan ini? Wallahu a’lam, saya ga berani interpretasi terlalu jauh.

43. Tapi begitulah, jangankan thd Al-Ghazali, thd Al-Quran saja dia bisa diskrimanatif, pilih2 ayat yg dia suka. Yg tidk, ga disebut2..

44. Saya masih ingat bgmn gagahnya sahal mengutip ayat surat Al-Maidah: 6. "Utk tiap umat di antara kalian, kami berikan jalan dan aturan"

45. Lalu menggiring opini yg mengesankan bhw semua agama dr Allah… dan berikutnya, org akan berkesimpulan, krn semua dari Allah, semua benar

46. Sementara, dia tdk kutip ayat Ali Imran: 19 & 85 yg jelas2 menunjukkan bhw hanya Islam agama yg benar dan selainnya tdk diterima.

47. Begitulah orang kalau ada maunya, yg suka dia ambil, yg ga suka die umpetin. Ini juga terjadi kpd Syaikhul Islam Ibnu Taimiah...

48. @Sahal_AS tak canggung2 mengutip ucapan Ibnu Taimiah "Allah akan menolong negeri adil yg kafir dan tdk menolong negeri zalim yg beriman"

49. Padahal YouKnowLah pandangn kaum liberal thd Ibnu Taimiyah, macem2 julukannya; Mbahnya wahabi, radika, ekstrim… ngga ada baeknye deh.

50. Semua demi mendukung teori mereka. Tak apa comot sana sini, dioplos2...

51. Adapun perkataan Al-Ghazali yg mengutip hadits “kekuasaan akan langgeng bersama kekufuran, tapi tdk langgeng bersama kezaliman.”

51. Pertama hadits ini harus dilihat dulu derajatnya, shahih atau tidak…saya malah menduga ini bukan hadits... cari soni sini ga dapet...

52. Al-Ghazali, tanpa mengurangi rasa hormat saya kpd beliau, memang sering dikritik tdk selektif dalm menyebutkan riwayat2 dlm kitab2nya.

53. Okelah, kita pahami saja apakah ungkapan ini sama maknanya dg ungkapan bhw pemimpin kafir yg adil lebih baik dr pemimpin muslim yg zalim?

54. Saya malah melihat tdk ada kaitannya sama sekali. Inti dr perkataan tsb adalah bahwa sebab2 kauni (alami -red), jika terpenuhi, hasilnya akan sesuai.

54b. Dalam masalah ini tidak dilihat apakah beriman atau tidak, kafir atau mukmin, Allah akan berikan sesuai dg sebab2 kauninya..

55. Contoh (sebab-sebab kauni): ingin pinter, ya belajar, apakh beriman or kafir. Beriman, kalau ngga belajar, ya bodoh. Kafir, jk belajar, ya pinter.

56. Tapi jgn lalu disimpulkan, ga penting soal iman, yg penting belajar agar pinter. Atau kufur tdk masalah, yg penting belajar agar pinter.

57. Begitulah juga soal kekuasaan. Walaupun penguasanya beriman, kalau dia zalim maka kekuasaannya akan runtuh.

58. Sebaliknya, walaupun pemimpinnya kafir, tapi dia adil, maka kekuasaannya akan langgeng.

59. Tapi jgn lalu disimpulkan, ga penting iman dlm masalah kepemimpinan, yg penting adil. Atau tdk masalah pemimpin kafir, yg penting adil.

60. Jadi kesimpulan saya, sahal setengah "mencatut" ungkapan Al-Ghazali, tidak utuh. Kesimpulan yg ditarikpun tidak nyambung…

61. Adapuun dua hadits berikutnya yg dikutip sahal, juga tidak ada dasarnya.

62. Hadits nabi bhw aku dilahirkan pada masa pemimpin yg adil, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman mengatakan bahwa riwayat tsb diriwayatkan…

63. ... oleh org2 bodoh thd Rasulullah saw. Al-Albani mengatakan hadits itu ngga ada dasarnya.

64. Begitu juga dengan hadits ketiga …. Ngga ada dasarnya…. Tolong mas @sahal_AS cek lagi status hadits tsb… beliau kan pinter ilmu hadits.. (ingat saat Tifatul kemukakan hadits LGBT, Sahal langsung bereaksi mempermasalahkan hadits tsb –red)

65. Udah ya twip... sampai disini... moga Allah berikan kita pemahaman yg utuh dan pandai menata hati utk tunduk thd ajaranNya...

*Dihimpun dari twitter @AbdullahHaidir1 (Ahad, 13/3/2016)

0 Response to "Tanggapan Ustadz @AbdullahHaidir1 Atas Kultwit Aktivis JIL @Sahal_AS "Tentang Pemimpin Kafir""

Posting Komentar