Gadis Swedia Ini Ceritakan Beratnya Hidup Bersama ISIS di Irak

26 Februari 2016 | 13:08 WIB
Telegraph Marilyn Nivarlain (16) pergi ke Suriah bersama kekasihnya yang dikabarkan tewas dalam sebuah serangan di kota Mosul.
Gadis bernama Marilyn Nevalainen (16) yang diselamatkan dari salah satu kota basis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Irak, Mosul pada 17 Februari lalu oleh Pasukan Peshmerga Kurdi, bercerita tentang pengalamannya hidup bersama ISIS.

Kepada sebuah stasiun TV Kurdi Irak seperti dilansir BBC Indonesia, Marilyn mengaku ditipu pacarnya pada Mei 2015 lalu, untuk pergi ke Suriah. Dia menggambarkan kehidupan di bawah kekuasaan ISIS amatlah berat.

Dia juga mengaku bertemu pacarnya tahun 2014 setelah putus sekolah di Kota Boras, Swedia tenggara.

"Awalnya senang bisa bersama, namun kemudian dia mulai melihat video ISIS dan berbicara tentang ISIS dan hal-hal yang terkait dengan itu," kata perempuan itu.

"Lalu dia mengatakan ingin bergabung dengan ISIS dan saya mengatakan 'oke, tidak ada masalah', karena saya tidak tahu apa artinya ISIS dan apa Islam, tidak tahu," kata dia.

Menyeberang ke Suriah lewat Turki
Tahun lalu, ketika berusia 15 tahun dan hamil, keduanya meninggalkan Boras dan menggunakan bus menyusuri Eropa untuk mencapai Kota Gaziantep di perbatasan Turki-Suriah.

Dari sana mereka menyeberang ke Suriah. Bersama dengan laki-laki dan perempuan lain, keduanya dibawa dengan bus ke kota di Irak, Mosul, yang dikuasai ISIS sejak tahun 2014.

Mereka tinggal di dalam rumah yang tidak punya listrik dan saluran air bersih. "Saya juga tidak punya uang, hidup yang amat berat. Ketika saya memiliki telepon, saya mulai menghubungi ibu saya dan mengatakan, 'saya ingin pulang'," kata dia.

Para pejabat Kurdi mengatakan, Marilyn diselamatkan ketika berada di kawasan Kurdi di Irak dan akan diserahkan kepada pihak berwenang Swedia. Namun, mereka tidak menyebut tentang bayinya, yang dilaporkan berjenis kelamin laki-laki.

Sebelumnya diberitakan, Pasukan Kurdi menyelamatkan seorang gadis Swedia yang dibawa ke Irak oleh seorang anggota ISIS. Hal itu diungkapkan Dewan Keamanan Regional Kurdistan.

Operasi itu dilakukan secara rahasia di pusat kota Mosul, tanpa pertumpahan darah dan tanpa penangkapan satupun anggota ISIS.

Diungkapkan pula Marilyn asli berdarah Skandinavia, sementara kekasihnya memiliki darah Arab.

Baca: Pasukan Kurdi Bebaskan Gadis Swedia dari Tangan ISIS

0 Response to "Gadis Swedia Ini Ceritakan Beratnya Hidup Bersama ISIS di Irak"

Posting Komentar