Korut Minta Warga Korsel Segera Tinggalkan Kaesong

Jumat, 12 Februari 2016 | 04:57 WIb
AP PHOTO / AHN YOUNG-JOON Tentara Korea Selatan berjalan di jembatan unifikasi yang mengarah ke zona demiliterisasi, di area kantor bea cukai, imigrasi, dan karantina di dekat desa perbatasan Panmunjom, Paju, Korea Selatan, Kamis (11/2/2016). Korea Selatan membekukan Kawasan Industri Kaesong mengecam peluncuran roket yang dilakukan Korea Utara.

 
Korea Utara memerintahkan semua warga Korea Selatan segera meninggalkan kawasan industri gabungan Kaesong dan menyita semua material yang ditinggalkan di kompleks tersebut, Kamis (11/2/2016).

Pengumuman Komite Penyatuan Damai Korea itu dibuat menyusul keputusan Seoul pada Rabu (10/2/2016) untuk menutup kegiatannya di Kaesong sebagai hukuman atas uji nuklir dan peluncuran roket jarak jauh Korut baru-baru ini (Baca juga: Korut Luncurkan Roket, Korsel Tunda Kerja Sama Industri).

Dalam pernyataan yang dimuat kantor berita resmi KCNA, komite tersebut mengatakan menutup Kaesong dan menyatakan kawasan tersebut sebagai kawasan militer.

Komite itu juga mengumumkan pemutusan semua hubungan kemiliteran dengan Korsel, termasuk jalur utama melewati desa gencatan senjata di perbatasan Panmunjom.

Komite tersebut tidak menjelaskan berapa lama pemutusan hubungan itu akan berlangsung.

"Pasukan musuh Korea Selatan akan merasakan sendiri harga mahal dan menyakitkan yang harus dibayarkan karena menghentikan kompleks industri Kaesong," bunyi pernyataan tersebut.

Seluruh warga Korsel diperintahkan meninggalkan Kaesong hingga batas waktu pukul 17.00 waktu Pyongyang dan hanya dibolehkan membawa barang milik pribadi.

"Kami menyita semua aset perusahaan Korsel dan lembaga terkait, termasuk mesin, bahan mentah dan barang," demikian pernyataan tertulis.                             

0 Response to "Korut Minta Warga Korsel Segera Tinggalkan Kaesong"

Posting Komentar