Korban Miras Oplosan di Yogyakarta Bertambah, Total 26 Orang Tewas


Senin, 8 Februari 2016 | 14:05 WIB
 Ilustrasi minuman keras


Korban miras oplosan di Daerah Istimewa Yogyakarta terus bertambah. Sampai dengan Senin (8/2/2016), korban yang meninggal diduga akibat menenggak miras oplosan telah mencapai 26 orang. 

"Sampai hari ini, berdasarkan data, ada 26 orang yang meninggal," ujar Kapolres Sleman AKBP Yulianto, Senin.

Yulianto mengungkapkan, lokasi korban meminum miras oplosan berada di beberapa tempat, yakni di wilayah Sleman, Kota Yogyakarta, dan Bantul. Dari keterangan saksi yang didapat, beberapa korban membeli miras oplosan dari SK, seorang warga Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.

SK dan Istrinya, SB, selama ini memang menjadi peracik sekaligus penjual miras oplosan jenis Sari Vodka. Selain SK, korban lainya membeli miras oplosan dari MT dan PY, warga Margoluwih, Seyegan, Sleman.

(Baca: Belasan Orang Tewas, Pasutri Peracik Miras Oplosan Dibekuk)

Kedua pasutri tersebut saat ini telah diamankan di Polres Sleman. Menurut Yulianto, guna mengetahui penyebab kematian, pihaknya telah mengambil sampel urine, darah, dan sisa muntahan korban.

Sampel tersebut pun telah dikirim ke laboratorium forensik di Semarang untuk diteliti. Tak hanya mengirimkan sampel ke forensik, pada Minggu (7/2/2016), Polres Sleman juga melakukan olah TKP di rumah SK dan SB, daerah Ambarukmo, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Rumah tersebut merupakan lokasi SK dan SB meracik miras oplosan. Dari dapur peracikan, polisi menemukan satu galon fermentasi salak dan dua botol sisa minuman.

Selain itu, di lokasi, ditemukan pula obat antiserangga cair dan obat antipegal berbentuk cairan. Ada pula beberapa cairan yang belum dapat diidentifikasi, berupa cairan warna coklat yang ada di dalam gelas dan bubuk berwarna putih. 

0 Response to "Korban Miras Oplosan di Yogyakarta Bertambah, Total 26 Orang Tewas"

Posting Komentar