Secara Feng Sui baik, Kota Semarang jadi tujuan Etnis China


Senin, 8 Februari 2016 08:01
Jejak Laksamana Cheng Ho. 

 Pelabuhan Kota Semarang yang dulu berpusat di Kawasan Boomlama, Kecamatan Semarang Utara, Jawa Tengah dulu adalah pelabuhan yang sangat-sangat istimewa. Hal ini karena pada abad 18 hingga abad ke 20, Pelabuhan Kota Semarang banyak didatangi oleh banyak pedagang dan ilmuwan dari berbagai negara.

Mulai dari negara Belanda, China, India, Arab mereka berduyun-duyun mendatangi Pelabuhan Kota Semarang baik melakukan aktivitas perdagangan maupun mencari ilmu mengadakan penelitian di sekitar Pelabuhan Kota Semarang.

"Aneh memang. Kota Semarang pada abad 18 sampai akhir abad 20 an, menjadi Pelabuhan yang maha penting. Dibanding dengan pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," tegas Sejarawan Kota Semarang Jongkie Tio kepada merdeka.com di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/2).

Saat itu, Pelabuhan dan Kota Semarang dikenal menjadi sebagai pusat perdagangan mulai dari India, Belanda, Arab, Prancis dan lainnya. Namun kini, Kota Semarang malah dikenal sebagai Semarang Kaline (sungainya) banjir. Padahal saat itu banyak para pedagang, terutama para ilmuwan yang sengaja datang ke Kota Semarang untuk melakukan penelitian terkait dengan kota pelabuhan dan perdagangan.

"Semua banyak yang datang dan meneliti ke Kota Semarang. Kota Semarang sugih polowijone akeh (Semarang kaya, hasil bumi dan palawijanya banyak)," ucap penulis buku berjudul Kota Semarang Dalam Kenangan ini.

Jongkie Tio mendapat beberapa rahasia sejarah mengapa etnis Tionghoa berduyun-duyun membuka usaha dan berinvestasi di sekitar wilayah yang terkenal lumpianya ini. Alasan dan kepercayaan orang Tionghoa mendatangi Kota Semarang adalah karena tata letak ataunya Feng Shui nya. Kota Semarang yang pertama kali didirikan dan dinamai oleh Ki Ageng Pandanaran ini dari Kata Asem'e Arang (Jarang Pohon Asemnya) ini terdiri dari dua bagian kota. Kota Semarang bagian atas dan kemudian Kota Semarang bagian bawah.

"Orang Tionghoa yang datang di satu tempat, pasti akan melihat Feng Shui atau ilmu keberuntungan. Kota Semarang adalah kota kelewat baik. Ada kota bawah dan ada kota atas," ujarnya.

Selain itu, Kota Semarang juga dikelilingi tujuh gunung. "Belakang ada tujuh gunung yang mengelilingi. Ada Gunung Merapi, Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran, Gunung Muria, Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing," ucapnya.

Selain itu, pada bagian di kawasan laut lepasnya, bentuknya menyerupai atau layaknya bentuk mulut naga. Etnis Tionghoa menilai bentuk mulut naga adalah baik bagi untuk mencari rejeki dan pendapatan di Kota Semarang yang lekat dengan simbol kotanya yaitu Warak Ngendok ini.

"Ke depan ada hamparan laut lepas yang bentuknya seperti mulut naga. Dalam ilmu Feng Sui dianggap sebagai ilmu mutlak. Makanya banyak orang-orang tidak hanya etnis Tionghoa yang berhasil dalam mengembangkan bisnis dan usahanya di sini (Kota Semarang)," pungkasnya.

0 Response to "Secara Feng Sui baik, Kota Semarang jadi tujuan Etnis China"

Posting Komentar