Masya Allah... Pembalap Rio Haryanto Ternyata Punya Pondok Pesantren

Sabtu, 13 Februari 2016

Jiwa sosial pembalap Rio Haryanto terbilang tinggi. Terbukti pria kelahiran Solo, 22 Januari 1993 ini memiliki sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) dan panti asuhan yang terletak di Solo, Jawa Tengah.

"Sejak 2003, kakekku punya lahan di Solo. Awalnya membangun masjid, kemudian ada ide untuk mendirikan pondok pesantren dan panti asuhan," tutur Rio saat menjadi bintang tamu di salah satu stasiun televisi swasta, Jumat 12 Febuari 2016.

Dalam pondok pesantren itu, Rio mengatakan banyak kegiatan yang dapat bermanfaat untuk anak-anak yang tinggal di sana.

"Di sana ada fasilitas yang bisa dimanfaatkan anak-anak mulai dari Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Kami berusaha membantu agar potensi mereka bisa terasah. Ada kegiatan qasidah juga untuk remajanya, latihan setiap hari," ungkap Rio.

Putra pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto ini berharap generasi muda berani untuk bercita-cita.

"Keinginan itu bisa menjadi dasar untuk berusaha agar bisa terwujud. Kuncinya disiplin, pantang menyerah dan selalu ingat sang Pencipta dan keluarga," harapnya.

Ayat Kursi di Kokpit


Rio Haryanto satu-satunya duta Indonesia dalam arena balap motor Grand Prix 3 atau GP3 masa kini ketika namanya muncul dalam kelompok lima pembalap terbaik dunia. Padahal, Rio diprediksi hanya mampu menempati posisi ke-15.

Dalam kancah GP3 yang diikutinya saat ini, Rio tampil cukup hebat dibandingkan kehadirannya pada awal musim. Bahkan namanya sudah mulai dikenal banyak sejak berusia 17 tahun ketika muncul menjuarai sirkuit Turki.

Hasilnya bendera Indonesia telah berkibar megah sejajar dengan negara-negara lain pada setiap sirkuit GP3.

Bagi Rio, dia bukan sekadar berlomba demi karir. Pemuda muslim dengan segudang prestasi itu memasang gambar bendera Sang Saka Merah Putih di bumper motor Cosworth tunggangannya.

Anak dari pembalap Sinyo Haryanto ini mengungkapkan rahasianya di setiap sirkuit, Rio selalu memulai balapan dengan berdoa. Dan yang paling menarik, ia selalu membawa catatan Ayat Kursi yang disisipkan di dalam kokpit tunggangannya.

“Ini membuat diri saya lebih merasa tenang saat tampil di sirkuit,” ungkapnya singkat ketika diwawancarai pada sesi balapan GP3 di Hongaria baru-baru ini.

Demi karir yang penuh maut itu, Rio menjadikan Ayat Kursi bukan sekadar pelindung diri dari bencana, bahkan sebagai sumber untuk memberikan kekuatan spiritual yang amat jarang dilakukan hampir semua pembalap profesional dunia.

Tanpa disadari itulah hikmah ayat 255 surah Al-Baqarah sering diabaikan umat Islam.

Sumber: dream

0 Response to " Masya Allah... Pembalap Rio Haryanto Ternyata Punya Pondok Pesantren "

Posting Komentar