Penjelasan Mengagumkan SHALAT JAMAAH di mata ULAMA SAUDI


Sebuah pandangan bagus dari Syaikh Shalih Al Fauzan tentang SHALAT JAMAAH. Beliau ulama senior dan anggota DEWAN ULAMA BESAR Saudi.

Kutipan diambil dari: AL MULAKHAS AL FIQHIY, bab "Wujubu Shalatil Jama'ati wa Fadhliha", halaman 132-133.

"Syiar yang besar di antara syiar-syiar Islam, ia adalah Shalat Jama'ah di masjid-masjid. Telah sepakat kaum Muslimin untuk melaksanakan Shalat Lima Waktu di masjid-masjid, sebagai peneguh ketaatan dan sebesar-besar taqarrub -kepada Allah-, bahkan ia sebesar besar dan sejelas jelas syiar Islam."

"Dan Allah telah mensyariatkan atas Ummat ini PERKUMPULAN dalam waktu-waktu yang telah dimaklumi. Di antaranya, syiar pada sehari semalam seperti Shalat Lima Waktu, bahwa kaum Muslimin berkumpul di masjid-masjid dalam sehari semalam lima kali. Juga perkumpulan setiap pekan sekali, yaitu untuk melaksanakan Shalat Jum'at; ia adalah perkumpulan lebih besar daripada Shalat 5 Waktu. Lalu perkumpulan yang dilaksanakan 2 kali dalam stiap tahun, itu adalah perkumpulan DUA SHALAT ID, ia lebih besar dari Shalat Jum'at, karena di sana disyariatkan pertemuan warga negara. Dan ada juga pertemuan sekali dalam setahun, yaitu perkumpulan WUKUF di Arafah. Ia adalah perkumpulan yang lebih besar dari DUA SHALAT ID, karena ia disyariatkan secara umum bagi semua Muslim di seluruh penjuru dunia."

"Dan bahwa disyariatkan perkumpulan-perkumpulan besar ini dalam Islam, adalah untuk MEMPERBAIKI KAUM MUSLIMIN; untuk memperkuat hubungan di antara mereka dengan nuansa ihsan, kelembutan, perhatian; untuk memperkuat kasih dan cinta di hati-hati mereka; agar sebagian mereka paham keadaan sebagian yang lain; agar mereka menjenguk yang sakit, menghantar yang wafat, menolong yang berduka. SELAIN ITU juga untuk menampakkan kekuatan kaum Muslimin, kesatuan dan kepaduan mereka; agar dengan hal itu membuat marah musuh-musuhnya dari kalangan kufar dan munafik. Dan untuk melenyapkan kotoran-kotoran yang dibuat oleh setan, jin, dan manusia, berupa permusuhan, saling memutus, dan kedengkian; sehingga akhirnya didapat kesatuan, berkumpulnya hati-hati di atas kebajikan dan takwa. Atas hal ini berkata Nabi Saw: 'Jangan berselisih, sehingga berpecah hati-hati kalian.'"

"Dan di antara faidah Shalat Jamaah adalah: mengajari orang yang jahil, melipatgandakan pahala dan kesungguhan beramal shalih, yaitu ketika seorang Muslim menyaksikan saudara-saudaranya melaksanakan amal-amal shalih lalu mengambil petunjuk darinya."

"Dalam hadits "muttafaq 'alaih" dari Nabi Saw: 'Shalat jamaah lebih utama dari shalat sendiri 27 derajat.' Dalam riwayat lain 25 derajat."

"MAKA SHALAT JAMAAH ADALAH WAJIB BAGI KAUM LAKI-LAKI DI SAAT HADIR MAUPUN SAFAR, DALAM SAAT AMAN DAN TAKUT, SEBAGAI KEWAJIBAN PER INDIVIDU. DAN DALIL ATAS HAL ITU ADALAH: AL KITAB DAN AS SUNNAH, DAN AMAL KAUM MUSLIMIN, DARI ABAD KE ABAD, SEJAK ZAMAN SALAF SAMPAI KHALAF."

***

Coba renungkan kata-kata di atas. Ini dikutip utuh. Tanpa pengurangan atau penambahan. Setelah paham, coba tanya pada diri sendiri: "Adakah para pemimpin itu peduli dengan SYARIAT SHALAT JAMAAH seperti konsep yang dibahas ulama besar ini?"

Silakan direnungkan... Matur nuwun. Jazakumullah.

(Sam Waskito)

0 Response to "Penjelasan Mengagumkan SHALAT JAMAAH di mata ULAMA SAUDI"

Posting Komentar