Batubara jangka pendek terangkat karena faktor ini

Kamis, 04 Februari 2016 / 19:35 WIB

JAKARTA. Pelemahan harga batubara tertahan oleh upaya pemangkasan ekspor dari Indonesia. Namun, pengaruh sentimen positif ini hanya akan bertahan sementara jika pasokan masih lebih besar dari permintaan.
Pegamat Komoditas, Andri Hardianto mengatakan, upaya pemangkasan ekspor seperti yang dilakukan oleh Indonesia sebagai eksportir batubara terbesar dunia dapat menahan laju pelemahan harga dalam jangka pendek.
Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) memprediksi, Indonesia kemungkinan mengurangi pengiriman batubara sebesar 17% pada tahun 2016 dibanding tahun lalu menjadi kurang dari 300 juta metrik ton.
Michelle Leung, analis Bloomberg menyatakan, penurunan sebesar 60 juta ton dapat mengurangi pasokan global sebesar 7%. Angka tersebut juga melebihi total impor batubara China dari Indonesia pada tahun 2014 yakni sebesar 48 juta ton. Hal ini kemungkinan dapat membantu menstabilkan harga batubara.
China merupakan tujuan utama ekspor batubara Indonesia. Adapun kontribusinya mencapai 23% dari total ekspor batubara Indonesia sepanjang delapan bulan pertama tahun 2015.
Di samping itu, Michelle menyebut, permintaan batubara Indonesia juga kemungkinan terangkat oleh proyek pembangunan pembangkit listrik 20 gigawatt. APBI memprediksi permintaan batubara Indonesia akan meningkat menjadi 74 juta ton pada tahun 2019 atau meningkat 95% dari permintaan tahun 2015.
Proyeksi tersebut dengan mempertimbangkan target pemerintah membangun pembangkit listrik batubara berkapasitas 20 gigawatt selesai sebelum 2019.
Dalam jangka pendek, harga batubara juga bisa terangkat oleh sentimen yang datang dari India. Serikat pekerja Coal India Ltd, perusahaan batubara terbesar di India menuntut kenaikan pajak impor batubara untuk melindungai pangsa pasar agar berimbas pada kenaikan gaji.
Pekerja akan melakukan mogok kerja pada 29 Maret mendatang jika tuntutan tidak dipenuhi. Hal tersebut berpotensi mengganggu produksi batubara.
“Pemogokan di India tentu menjadi sentimen positif terbatas yang dapat membuat harga sedikit menguat. Ditambah faktor naiknya harga minyak juga dapat menopang harga batubara dalam jangka pendek,” papar Andri.
Mengutip Bloomberg, Rabu (3/2) harga batubara kontrak pengiriman Februari 2016 di ICE Future Exchange naik tipis 0,009% ke level US$ 50,45 dibanding sehari sebelumnya. Prediksi Andri, harga batubara dapat menguat tipis hingga sepekan ke depan.

0 Response to "Batubara jangka pendek terangkat karena faktor ini"

Posting Komentar