Menangguk rezeki dari urusan privasi

14 Februari 2016 / 12:15 WIB

Satu lagi startup di Tanah Air yang berhasil mencuri perhatian penanam modal. Menjelang akhir Januari lalu, tepatnya 26 Januari, AsmaraKu (www.asmaraku.com) mendapatkan suntikan dana dari dua venture capital. Mereka adalah Alpha JWC Ventures dan IMJ Investment Partners.
Yang disebut pertama merupakan venture capital lokal milik Chandra Tjan, Jefrey Joe, dan Will Ongkowidjaja. Sementara IMJ Investment Partners merupakan venture capital yang berbasis di Singapura dan fokus menggarap pasar startup di Asia Tenggara dan Jepang.
Baik manajemen AsmaraKu maupun kedua investor tidak mengungkapkan angka dari investasi tersebut. Namun, William Tunggaldjaja, salah satu pendiri AsmaraKu, menyebutkan, nilai suntikan dana dari masing-masing investor mencapai enam digit dalam dolar Amerika Serikat.
Lalu, apa sebenarnya AsmaraKu sehingga berhasil memikat investor?
Mengutamakan privasi
Didirikan di Jakarta sekitar awal 2015 di bawah bendera PT Modern Abadi, AsmaraKu memposisikan diri sebagai e-commerce romantis. Maksudnya, startup ini menjual segala macam produk terkait urusan romantis. Bukan sekadar alat kontrasepsi seperti kondom, suplemen vitalitas, dan produk perawatan organ vital, tapi juga buket bunga, parfum, cokelat, pomade, hingga pelembut kulit. Pokoknya, kebutuhan yang bersifat pribadi dan intim.
Maklum, meski sudah modern, banyak masyarakat kita masih malu-malu terlihat berbelanja produk-produk kebutuhan pribadi tadi di gerai ritel atau toko offline. Apalagi, bila harus mengantre panjang di kasir untuk membayarnya. Seringkali, bikin kikuk dan jengah. “Kalau belanja secara online, kan, terjaga privasinya. Enggak perlu repot dan enggak harus dilihat orang saat membelinya,” kata Grace Natalia, Co-Founder AsmaraKu, membuka obrolan.
Sejatinya, pendirian AsmaraKu pun berangkat dari pengalaman pribadi Grace. Ia sempat merasa risih saat ingin membelikan kado peralatan kontrasepsi dan alat tes kehamilan untuk kawannya yang menikah. Dari situlah, terlintas ide mendirikan sebuah toko daring yang menjual aneka produk kebutuhan intim.
Sesuai dengan ide awal tersebut, privasi menjadi salah satu fokus utama layanan di AsmaraKu. Pengutamaan privasi ini terlihat antara lain dari cara mengemas produk yang dikirimkan ke pembeli. Misalnya, produk dibungkus berlapis-lapis dengan kardus tanpa label dan bon tagihan.
Selain privasi, edukasi juga merupakan perhatian utama AsmaraKu. Sebab, Grace melihat, sikap malu-malu kucing di masyarakat kita kerap menyulitkan konsumen saat mesti menanyakan detail sebuah produk yang mereka butuhkan. Karena itu, AsmaraKu memberikan informasi cara pakai dan ulasan lengkap komposisi produk agar memudahkan pembeli memilih produk sesuai dengan kebutuhannya.
Soal logistik sendiri, Grace mengaku tidak begitu kesulitan. Saat toko daringnya ini masih berbentuk Beta, yakni sekitar kuartal terakhir 2014, ia menyambangi toko ritel modern dan mendata satu per satu produk yang hendak ia jual di toko daringnya. Selanjutnya, ia mendatangi prinsipal produk untuk jadi pemasok. Lantaran para prinsipal produk ini tidak punya kanal distribusi dan penjualan secara daring, tawaran AsmaraKu jadi angin segar buat bisnis mereka. “Tidak begitu sulit menjalin kerjasama dengan produsen. Mereka antusias karena pasar ini belum banyak pemainnya,” kata Grace.
Jumlah produk yang mereka jual bertambah seiring dengan permintaan dari pelanggan. Semula, AsmaraKu hanya menjual produk kebutuhan pasangan suami istri. Tapi, setelah melakukan riset dan mendapatkan umpan balik dari para pelanggan, penambahan produk pun dilakukan. Selain menawarkan alat kontrasepsi, kebutuhan personal dan perawatan tubuh, sekarang Asmaraku mulai merambah buket bunga dan cokelat. Ternyata, bagi sebagian besar orang Indonesia, cokelat masih jadi produk yang identik dengan kesan romantis.
Pemain tunggal
Dengan perluasan ragam produk seperti itu, AsmaraKu boleh dibilang merupakan pemain tunggal di bisnis produk romantis. Sebab, pemain lainnya, seperti Kondomin dan MyKondom, hanya fokus pada produk kesehatan seksual, tanpa memasukkan unsur romantisme. Jadi, sah-sah saja jika AsmaraKu mengklaim sebagai the biggest romantic e-store in Indonesia.
Kini, AsmaraKu sudah mempunyai ribuan produk yang terdiri dari 300–500 merek, baik lokal maupun impor. Ratusan paket pesanan dikirimkan ke pembeli saban hari. Sayang, baik Grace maupun William enggan mengungkapkan nilai transaksi harian di AsmaraKu. Begitu pula soal pendapatan AsmaraKu sejak beroperasi setahun silam.
Yang jelas, William mengklaim, sepanjang 2015, transaksi penjualan di AsmaraKu tumbuh 400%. Adapun, lalu lintas pengunjung dalam sebulan mencapai lebih dari 500.000 kunjungan.
Prospek pertumbuhan itulah yang terlihat menarik bagi kedua investor baru AsmaraKu. “AsmaraKu membidik pasar yang sangat besar. Dengan pengalaman tim di sektor teknologi berikut fokus serta pemahaman mereka yang mendalam mengenai kebutuhan konsumen di segmen yang unik ini, AsmaraKu mampu menyediakan solusi dengan nilai tambah bagi pasar Indonesia,” tutur Jefrey Joe, Co-Founder sekaligus Managing Partner Alpha JWC Ventures, seperti dikutip e27.co.
Dengan tambahan modal dari JWC dan IMJ, AsmaraKu berharap bisa makin leluasa mengembangkan usahanya. Sebab, tak hanya menyuntikkan dana, JWC dan IMJ juga akan memberikan pendampingan atau saran-saran strategis untuk pengembangan bisnis AsmaraKu.
Dalam jangka pendek, AsmaraKu akan menggunakan dana dari kedua investor untuk menambah produk dan lokasi loker pintar untuk memudahkan pelanggan mengambil produk pesanannya. Ya, sejak awal AsmaraKu memang bekerjasama dengan Popbox untuk menyediakan loker pintar, tempat mengambil produk pesanan, di sejumlah lokasi. Loker pintar Popbox tersebar di sejumlah lokasi pilihan, seperti stasiun keretaapi, pusat perbelanjaan, dan toko kelontong modern (convenience store dan mini market).
Saat ini, baru ada 60 titik lokasi loker pintar di wilayah Jabodetabek. Dengan tambahan modal tersebut, Asmaraku akan menambah lokasi loker pintar di beberapa kota-kota besar lainnya.
Nah, melihat ceruk pasar yang besar, masih ada peluang bagi pemain lain yang ingin terjun ke bisnis romantis ini. Apakah itu Anda?    

0 Response to "Menangguk rezeki dari urusan privasi"

Posting Komentar