"Wiechelroede", Batang Peramal Urat Air yang Pernah Populer di Banyumas 50 Tahun Lalu


Minggu, 14 Februari 2016 | 08:04 WIB
WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL Batang peramal atau "wiechelroede" atau dowsing, digunakan untuk mencari urat air di dalam tanah.
 

Sejarah "wiechelroede"

Pada abad ke-15, batang peramal digunakan untuk menemukan bijih mineral untuk pertama kalinya di antara penambang di Jerman. Di Jerman juga berkembang penggunaan batang peramal untuk menentukan radiasi bumi.

Batang peramal juga pernah digunakan untuk menemukan ranjau. Orang-orang Inggris kemudian menggunakan batang peramal untuk menentukan urat air di bawah tanah.

WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL Penggunaan batang peramal 1556.
Pada tahun 1659, penggunaan batang peramal dianggap sebagai pekerjaan setan oleh Jesuit Gaspar Schott. Tahun 1701, penggunaan batang peramal untuk menentukan vonis di pengadilan mulai ditolak.

Akhir abad ke-18, batang peramal dianggap sebagai instrumen biasa dan tak lagi dipercaya sebagai pekerjaan setan ataupun petunjuk dewa.

China juga memanfaatkan batang peramal ini dalam kaitannya dengan penentuan fengshui sebuah rumah. Cara kerjanya dengan memanfaatkan batang peramal untuk menentukan gangguan yang muncul dari tanah agar bisa dihindari.

WIKIMEDIA COMMONS/GPL FDL Seorang peramal dengan batang Y pada abad ke-18.
Walaupun banyak studi terkait dowsing ini yang mengaitkannya dengan aktivitas gelombang listrik, medan magnet, dan radiasi elektromagnetik, namun teknik batang peramal dianggap belum teruji secara ilmiah.

Dikutip dari Wikipedia, sebuah studi dari tahun 1948 oleh 58 dowsers yang sedang mencari air di Selandia Baru, mengatakan bahwa tidak satupun dari mereka bisa menemukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang hanya sekadar memilih lokasi secara acak. 

0 Response to ""Wiechelroede", Batang Peramal Urat Air yang Pernah Populer di Banyumas 50 Tahun Lalu"

Posting Komentar