Inilah Pengkhianatan Jokowi Kepada Maruarar Sirait, Batak, Tapanuli, dan HKBP


by  

Ada yang menyatakan bahwa dalam kejadian ini, Jokowi sudah sungguh terlalu karena telah melakukan pengkhianatan kepada Politisi Muda PDIP Maruarar Sirait yang dinilai sudah cukup berjuang untuk memenangkan Jokowi menjadi Presiden ke 7. Bukan hanya itu, pengkhianatan Jokowi pun bukan hanya kepada Maruarar Sirait, namun juga kepada warga Batak dan Tapanuli juga, lha kok bisa?
Kabar dan Gambar Jokowi terkait pengkianatannya kepada batak dan tapanuli
Dilansir dari laman Asatunews, Senin (27/10/2014), tak disangka nama Maruarar Sirait politisi muda cemerlang dari PDIP yang juga putra tokoh pendiri PDIP Sabam Sirait ternyata dicoret dari daftar nama menteri Kabinet Jokowi-JK. Tindakan pencoretan ini benar-benar sangat menyakiti hati kader dan pendukung Jokowi yang berasal dari Tanah Batak, Tapanuli, dan HKBP. Tidak dapat disangkal, salah satu faktor utama kemenangan Jokowi-JK pada pemilu presiden 9 Juli 2014 lalu adalah kontribusi suara pemilih suku Batak, terutama yang tergabung dalam Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). (Baca, Sudah Berbaju Putih Mirip Menteri, Eh..Maruarar Sirait Batal Jadi Menteri Jokowi).
Tidak tanggung-tanggung, sumbangan suara HKBP mencapai 4 juta suara untuk kemenangan Jokowi-JK. Tidak itu saja, berbagai kelompok relawan dan pendukung Jokowi-JK, sebagian besar dimotori oleh para pemuda, pengusaha, pejabat, tokoh, dan aktivis asal Tapanuli, Sumatera Utara, itu.
Beda dengan organisasi pendukung Jokowi lainnya, pendukung dan relawan Jokowi asal Tapanuli atau Tanah Batak terkenal militan, fanatik, ulet, gigih, penuh totalitas dalam memberikan dukungan dan memastikan kemenangan Jokowi-JK.
Kesempurnaan dedikasi pendukung Jokowi asal Tapanuli dan HKBP ini dilengkapi melalui kontribusi maksimal yang dilakoni Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dalam membina, mendidik, membimbing, membantu uang, waktu, tenaga, dan pikirannya guna mengantarkan Jokowi menjadi Presiden Indonesia. Tercatat, Luhut membantu penuh Jokowi sejak tahun 2008 hingga sekarang atau lebih dari enam tahun. Namun, apa yang mereka dapatkan dari Jokowi sebagai balasannya?
Tak satu pun menteri kabinet Jokowi-JK merupakan putra Batak, asal Tapanuli atau HKBP!
Mencuat informasi, telah terjadi konflik internal PDI Perjuangan akibat penghapusan nama Maruarar Sirait di Kabinet Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Informasi itu segera merebak ke publik dengan cepatnya. Presiden Jokowi pun tidak menampik atau membenarkan informasi seputar konflik tersebut.
Aneh bin ajaib, Jokowi justru menuding media asal menyebut nama Maruarar di kabinet. “Senengnya naroh nama-nama di sana-sini. Yang jelas, Ara akan terus bantu saya,” kata Jopkow i di kompleks Istana Negara, Jakarta, Ahad (26/10).
Maruarar sempat disebut akan menjadi Menkominfo. Ia pun telah diundang ke Istana Merdeka untuk mengikuti sesi perkenalan bersama presiden. Termasuk sudah memakai kemeja putih lengan panjang seperti calon menteri lain.
Namun, isu yang beredar, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tidak setuju dengan hal tersebut dan meminta namanya dihapus. Lalu, apa yang akan dilakukan Jokowi dengan Maruarar setelah itu. Presiden ketujuh itu tampaknya belum memutuskannya secara pasti. “Ara tetap kawan baik. Kan banyak kementerian yang perlu saya tatar,” tutur Jokow i tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Maruarar Sirait adalah salah satu arsitek kemenangan Jokowi-JK pada pemilu presiden 2014. Peran Maruarar sebagai play maker dan eksekutor rencana atau strategi James Riady, yang karena statusnya sebagai agen intelijen RRC, sudah diketahui rakyat, tak mungkin selalu berada di dekat Jokowi atau bersama-sama tim sukses Jokowi. Maruarar adalah panglima operasi James Riady di masa kampanye dan pemilu presiden lalu.
“Hubungan Ara dan Ibu memang pernah memburuk beberapa bulan lalu ketika belum ada kepastian PDIP akan mengusung Jokowi sebagai capres. Ara sempat datangi Mbak Puan dan ancam akan menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) PDIP jika Ibu tak juga bersedia restui Jokowi,” ujar salah seorang staf pribadi Puan Maharani kepada ASATUNEWS.com, Ahad malam (26/10).
Ditambahkannya, Megawati ternyata masih mengingat peristiwa pengancaman penggulingan Megawati sebagai Ketua Umum PDIP oleh Maruarar Sirait. “Jadi, wajar toh Ibu masih marah sama Ara?” katanya.

0 Response to "Inilah Pengkhianatan Jokowi Kepada Maruarar Sirait, Batak, Tapanuli, dan HKBP"

Posting Komentar