"Optimisme Kemenangan ARAB SPRING" by @hasmi_bakhtiar


Oleh Hasmi Bakhtiar
Alumni Al-Azhar, S2 Hub Internasional Lille Perancis

1. Assalamualaikum...

2. Kemarin ada yang nanya tentang kelanjutan revolusi Mesir #25Januari yang baru saja berulang tahun yang ke-5 (25 Januari 2011-25 Januari 2016).

3. Banyak kalangan yang semakin yakin revolusi #25Januari di Mesir sudah tutup buku, dan As-Sisi dipaksakan menjadi pemimpin sah Mesir.

4. Entah yg mengatakan As-Sisi presiden Mesir yg sah pernah baca konstitusi Mesir atau tidak, sehingga layak diundang sbg tamu negara.

5. Yang jelas banyak yang lupa siapa itu As-Sisi, baik personal atau atas nama negara, seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia.

6. Mungkin pemerintah Indonesia tidak merasakan langsung efek dari kejahatan yang dilakukan As-Sisi dan rezimnya.

7. Tetapi sebagian mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Mesir pasti merasakan kesulitan ekonomi dan kacaunya politik pasca kudeta.

8. Tapi gw berusaha paham, mungkin As-Sisi diterima sbg tamu negara karena waktu itu Dubes Indo belum dari kader PDIP (penguasa).

9. Skrg setelah Dubes Mesir dijabat oleh kader PDIP semoga pak Jokowi bisa mengerti kalau presiden Mesir itu Muhammad Mursi, bukan As-Sisi.

10. Gw pribadi kecewa dg kehadiran As-Sisi di Jakarta, ditambah melihat photo pejabat tinggi Indo ketawa ketiwi dg si tukang jagal.


11. Seakan Indonesia sebuah negara tidak beradab, karena hingga detik ini perlawanan terhadap kudeta militer masih berlanjut. #25Januari


12. Sudah 5 tahun berlalu revolusi #25Januari yang kemudian dicuri oleh militer, tetapi perlawanan rakyat Mesir tidak pernah padam.

13. Membaca arah revolusi Mesir #25Januari kedepan tidak bisa lepas dari induknya, yaitu Arab spring yang pada 2010 bertiup dari Tunisia.

14. Membaca apalagi mengambil kesimpulan tentang revolusi #25Januari hanya dg melihat apa yang terjadi di Mesir akan membuat kita bingung.

15. Karena sejatinya ini bukan hanya revolusi sebuah negara, tetapi konteksnya lebih luas, yaitu revolusi umat.

16. Mungkin benar Arab Spring berangkat dari perlawanan masyarakat di sebuah negara (Tunis) tetapi efeknya ke semua bangsa Arab.

17. Ketika rakyat Tunis melakukan aksi yg pada awalnya hanya meminta perbaikan di negara mrk, rakyat negara sekitar ikut terbangun.

18. Makanya tadi gw sebut sbg revolusi umat, dan Firaun Firaun yang waktu itu menguasai Arab terkaget.

19. Melihat apa yang saat ini terjadi di negara arab, mengingatkan kita kepada revolusi Perancis dulu.

20. Revolusi Perancis tidak lama, hitungannya hanya tahunan, tetapi rakyat Perancis melawan kontra revolusi sampai ratusan tahun

21. Kenapa? Karena Firaun memimpin tidak sendirian, dia ditemani oleh Haman dan Qorun, begitu juga penguasa fasis modern

22. Pada revolusi Perancis kita melihat raja Louis dibantu kroni kroninya, dan gereja waktu itu ikut berperan menjaga singgasana raja Louis

23. Begitu juga dengan di Mesir saat ini, kita lihat Al Azhar dan gereja koptik dijadikan benteng oleh As-Sisi untuk melindunginya

24. Fatwa gereja dan Al Azhar menjadi tameng bagi As-Sisi menghadapi kekuatan rakyat Mesir, dan ini tentu sangat berbahaya

25. Al Azhar dan petinggi gereja koptik di Mesir masuk ke dalam barisan kontra Arab spring, tentu dg alasan dan tujuan tertentu

26. Sama dg revolusi Perancis, kekuatan para bangsawan yang akrab dg penguasa dzolim ikut juga dalam barisan kontra arab spring

27. Kita lihat saat ini media media Mesir, terutama yang dimiliki cukong cukong hitam, semua beritanya kontra revolusi

28. Ketika revolusi Perancis meletus, kerajaan tetangga ikut tegang, bahkan Inggris waktu itu sudah memiliki konstitusi juga tegang

29. Rumah tetangga kebakaran masak kita bisa tidur nyenyak? Itu jg dialami oleh pemimpin Arab saat ini melihat fenomena Arab spring

30. Jd kekuatan kontra Arab spring skalanya bukan nasional, tp internasional berasal dr semua pemimpin yg terganggu oleh Arab spring

31. Kecemasan yg dirasakan Asad, As-Sisi dll dulu juga dirasakan oleh penguasa kerajaan kerajaan di Eropa ketika revolusi Perancis

32. Tapi perlawanan antara hak dan bathil itu mesti, sudah menjadi sunnatullah dalam perjalanan semua bangsa bangsa besar

33. Perancis saat ini menjadi salah satu negara terkuat di Eropa bahkan dunia, setelah berhasil melewati pertarungan hebat tersebut

34. Mesir juga harus melewati jalan yg sama jika ingin menjadi bangsa besar, keringat pejuang bahkan darah menjadi modal mutlak

35. Gw pribadi yakin, kalau Arab spring akan kembali menemukan jalannya, kenapa?

36. Karena kekuatan penjahat yang saat ini berkumpul di dalam barisan kontra Arab spring tidak memiliki sejarah menjadi pemenang

37. Al Azhar, gereja koptik, cukong hitam dan semua yang ada di barisan As-Sisi saat ini berjuang bukan demi sebuah cita cita

38. Mereka bersatu saat ini hanya untuk kepentingan sesaat, dan itu mutlak bisa dikalahkan oleh kekuatan pejuang Arab spring

39. Adapun ISIS dan sejenisnya yang menjadi pemain pendatang baru adalah buah dari kontra Arab spring, bukan Arab spring

40. Kekacauan yang sengaja diperpanjang oleh Asad dan As-Sisi agar terus bisa berkuasa melahirkan ISIS dan Jamaah baitul Maqdis

41. Arab spring berangkat dari ide pemuda terpelajar yang mengerti dunia dan agama, mustahil melahirkan ISIS dan sejenisnya

42. Kekacauan yang dipelihara pemimpin fasis bersama kekuatan kontra arab spring tadilah yang melahirkan kelompok radikal

43. Namun melihat fakta sejarah, revolusi Perancis pernah mengalami masalah, ketika arah revolusi dikendalikan oleh pemimpin radikal

44. Ketika revolusi Perancis yang tadinya dipegang oleh pemimpin moderat seperti La Fayette atau Danton pindah tangan ke Robespierre

45. Ini juga berpotensi terjadi pada revolusi #25Januari seperti adanya kelompok 'iqobu attsauroh' yang menempuh cara cara kekerasan

46. Tetapi lika-liku perjuangan seperti itu wajar terjadi, dalam perjalanan menjadi sebuah bangsa besar

47. Ketika ada yang bertanya, apakah Arab spring sudah mati? Gw dengan yakin menjawab: Tidak! Dia sedang berperang!

48. Dan peperangan ini akan panjang. Bisa ratusan tahun seperti yg dialami Perancis atau dg izin Allah menjadi lebih cepat

49. Gw ga ngelihat win-win solution jadi pilihan untuk mengakhiri perjuangan Arab spring seperti pendapat syaikh Ghannouchi atau Syanqithi.

50. Karena perseteruan antara Hizbullah dan Hizbussyaithan itu harus diakhiri dengan hasil menang atau kalah, bukan fifty-fifty.

51. Dan Arab spring yang menjadi tempat berkumpulnya suara rakyat akan menjadi pemenang melawan suara setan, insya Allah.

52. Tasamuh antara faksi Arab spring hal wajib menurut gw, tapi dengan kontra arab spring harus perang habis habisan.

53. InsyaAllah Arab spring akan sampai pada jalannya yaitu kemenangan, dan kontra arab spring juga sampai pada jalannya, yaitu jalan buntu!

0 Response to ""Optimisme Kemenangan ARAB SPRING" by @hasmi_bakhtiar"

Posting Komentar