Fadli Zon: Pers Jangan Jadi Propaganda Kepentingan Pemilik


Selasa, 9 Februari 2016 | 13:13 WIB
 Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2016)

 
 Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, pers memiliki peran sekaligus tanggung jawab yang besar dalam mengawal demokrasi dan pembangunan.
Namun, dia menyesalkan, di tengah perayaan Hari Pers Nasional 2016 pada Selasa (9/2/2016), kondisi pers di Indonesia masih kerap menjadi alat bagi pemiliknya.
"Di tengah iklim pers yang semakin terbuka, tantangan pers saat ini adalah bagaimana menghadirkan berita yang obyektif seperti cover both sides dan tak menjadi alat propaganda kepentingan pemilik. Pers seharusnya bebas dari pengaruh kelompok, apalagi kekuasaan," kata Fadli dalam keterangan tertulisnya, Selasa siang.
Fadli menjelaskan, sejak masa kemerdekaan, pers berperan besar dalam memperjuangkan kepentingan nasional. Kesadaran nasional dipupuk, pikiran untuk merdeka disebarkan.
Kini, tingkat konsumsi masyarakat terhadap media sangat tinggi. Apa yang pers suguhkan memengaruhi pola fikir dan perilaku masyarakat.
"Harus ada spirit edukasi. Jangan sampai program media terlalu dominan dibentuk oleh kepentingan pragmatis. Pers jangan sampai kehilangan obyektivitas karena dimiliki pengusaha yang punya afiliasi politik dan kekuasaan," ujarnya.
Selain masalah independensi, lanjut Fadli, tantangan lain adalah perkembangan teknologi digital. Transformasi dari media cetak ke online masih berlangsung. Belum lagi media sosial yang melibatkan publik menjadi subyek dan obyek.
Kehadiran pers resmi dan konvensional dihadapkan pada tantangan media sosial yang melibatkan interaksi supercepat, tanpa jarak dan waktu.
"Harapan kita agar insan pers dapat semakin profesional. Sebab, negara maju pasti ditopang pers yang berkualitas, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan nasional," ucap Fadli yang juga pernah berkarir sebagai wartawan ini

0 Response to "Fadli Zon: Pers Jangan Jadi Propaganda Kepentingan Pemilik"

Posting Komentar