Januari, pengadaan barang dan jasa Rp 58,4 triliun

Senin, 08 Februari 2016 / 22:30 WIB

JAKARTA. Pemerintah tengah berupaya mempercepat serapan anggaran dengan menggenjot lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah di awal tahun.
Sepanjang Januari 2016 pemerintah telah menggelar 11.904 paket lelang dengan nilai Rp 58,4 triliun, atau jauh lebih tinggi ketimbang pelaksanaan lelang pada awal 2015 sebanyak 2.854 lelang Rp 10,6 triliun.
Agus Prabowo, Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengatakan, sebagian besar kementerian/lembaga maupun daerah sudah berupaya mempercepat penyerapan anggaran dengan memulai pekat pengadaan di awal tahun annggaran.
"Hasil rekapitulasi ini sudah sangat besar dibandingkan dengan realisasi jumlah paket maupun nominal pengadaan pada Januari tahun lalu," kata dia ke KONTAN, Senin (8/2).
Dari 11.904 paket lelang yang telah digelar pemerintah, sebanyak 3.069 paket dengan nilai pagu anggaran Rp 25,15 triliun telah rampungkan tahapannya. Sedangkan sisanya sebanyak 8.835 paket masih dalam proses seleksi lelang.
Menurut Agus, nilai lelang dari 3.069 paket pengadaan barang tersebut hanya mencapai Rp 25,01 miliar. Sehingga, ada potensi penghematan anggaran negara senilai Rp 141 miliar dari proses tender elektronik tersebut.
Selain itu pada Januari 2016 ini, pemerintah juga telah menuntaskan pengadaan sebanyak 200 paket lewat e-purchasing atau e-katalog dengan nilai transaksi sebesar Rp 94,13 miliar.
Agus bilang, jumlah produk yang masuk dalam e-katalog pada tahun ini juga telah ditingkatkan menjadi 45.446 dari tahun lalu sebanyak 40419 produk.
Berdasarkan rencana paket pengadaan, total paket lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang akan digelar mencapai 133.279 paket senilai Ro 82,7 triliun.
"Paket pengadaan yang masuk ke LKPP belum mencakup dengan paket pengadaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PU-Pera), karena sistemnya masih terpisah," ujar dia.
Mardiasmo, Wakil Kementerian Keuangan sekaligus Ketua Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat untuk mengevaluasi serapan anggaran kementerian maupun daerah pada awal tahun.
Menurut dia, pengguna anggaran terbesar seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian PU-Pera telah berhasil melakukan percepatan serapan anggaran.
Dia mengatakan, proyek-proyek yang telah selesai proses lelangnya dan telah dilanjutkan dengan penandatangan kontrak sudah dapat menyerap anggaran dengan pembayaran uang muka.
"Tim TEPRA yang dibentuk pemerintah sudah melakukan rapat pembahasan serapan anggaran, hasilnya bagus terutama kementerian pengguna anggaran besar," ujar dia.
Basuki Hadimuljono, Menteri PU-Pera mengatakan, pada Januari ini Kementerian PU telah merampungkan lelang pengadaanb barang/jasa pemerintah untuk 644 paket.
"Nilainya lebih dari Rp 8 triliun, proyek baru dimulai tahun ini sudah bisa menyerap anggaran dengan pembayaran uang muka," tutur dia.

0 Response to "Januari, pengadaan barang dan jasa Rp 58,4 triliun"

Posting Komentar