Kisah Bang Ali bangun Jakarta dari judi dan bir


 Sabtu, 11 April 2015 09:16
Ali Sadikin. ©2012 Merdeka.com


Merdeka.com - Kisruh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD, yang berkepanjangan telah berdampak pada terkatung-katungnya APBD DKI tahun anggaran 2015. Sudah berbagai cara dilakukan, tapi belum ada tanda-tanda akan segera cair.

Sempat ada kepastian setelah evaluasi bersama pada rancangan pagu anggaran 2015 dilakukan bersama Ahok, sapaan Basuki, DPRD dan Kemendagri. Saat itu dikatakan paling lambat pencairan dilakukan 20 April mendatang.

Tapi belakangan itu belum dapat dipastikan pula. Penyebabnya banyak koreksi yang dilakukan Kemendagri salah satunya soal target pendapatan belanja melalui minuman beralkohol yang mencapai triliunan.

Kala itu Ahok diprotes karena kebijakannya itu tak sejalan dengan langkah pemerintah yang bakal mengawasi ketat peredaran minuman beralkohol di Tanah Air.

"Kami catat sudah tidak boleh terima retribusi dan pendapatan dari izin tempat penjualan miras lagi, tetapi kenapa masih mencantumkan target pendapatan Rp 1,3 triliun?" terang Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri, Reydonnyzar.

Mendapat teguran demikian Ahok protes. Sebab salah satu pendapat DKI Jakarta memang dari produsen bir.

"Kami punya saham, kita lanjut aja, bir salah di mana? Ada orang mati karena minum bir? Orang mati kan minum oplosan cap topi miring lah, apalah macem-macem, spiritus campur kelapa muda. Ada enggak ada orang mabok karena bir," protes Ahok saat itu.

Rupanya ucapan kemarahan Ahok saat itu dianggap senjata bagi pihak yang berseberangan. Ahok dianggap asal bicara dan merusak generasi bangsa.

Ahok pun tak tinggal diam. Dia membalas dan menegaskan legalitas menjual bir di Jakarta sudah ada sejak zaman Gubernur Ali Sadikin.

Dia lantas menceritakan awal mula pembangunan PT Delta Djakarta.
[tyo]


0 Response to "Kisah Bang Ali bangun Jakarta dari judi dan bir"

Posting Komentar